Pramono Jamin Proyek Dukuh Atas Tak Geser Patung Sudirman

Patung Jenderal Sudirman di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta. Foto: ANTARA/Lia Wanadriani Santosa.

Pramono Jamin Proyek Dukuh Atas Tak Geser Patung Sudirman

Fachri Audhia Hafiez • 21 June 2026 13:39

Jakarta: Patung Jenderal Sudirman dipastikan tidak dipindahkan di tengah proyek pembangunan fasilitas pejalan kaki (pedestrian deck) Dukuh Atas atau yang dikenal sebagai Jembatan Cincin Donat di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan. Langkah ini diambil untuk menjaga orisinalitas ikon sejarah ibu kota.

“Setelah kami merenungkan berhari-hari, Patung Jenderal Sudirman tetap akan di tempat ini, jadi tidak akan kami geser, supaya tidak menjadi polemik,” ujar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Jakarta, dilansir Antara, Minggu, 21 Juni 2026.
 


Pramono menjelaskan, keputusan tersebut diambil setelah dirinya meninjau langsung secara saksama rincian rancangan proyek. Evaluasi gambar teknis menunjukkan bahwa kehadiran jembatan melingkar itu tetap bisa menyatu dengan keberadaan patung.

“Saya sudah melihat detail gambarnya, sehingga tidak perlu dipindahkan bahkan menjadi tempat yang akan diingat oleh semuanya,” tutur Pramono.

Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tuhiyat, memaparkan bahwa pihak pengembang justru akan memanfaatkan keberadaan Patung Jenderal Sudirman sebagai daya tarik visual. Sebuah anjungan khusus (viewing deck) akan dibangun di dalam struktur jembatan penyeberangan tersebut.

Melalui fasilitas anjungan pandang ini, para pejalan kaki maupun masyarakat yang sedang melintas nantinya bisa melihat dan menikmati pemandangan kemegahan Patung Jenderal Sudirman secara lebih dekat dari atas jembatan.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek pedestrian deck Dukuh Atas ini. Infrastruktur megah ini ditargetkan rampung sepenuhnya dan dapat beroperasi pada tahun 2028 mendatang.


Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Foto: Metro TV/Aris Setya.

Kado HUT Jakarta dan Integrasi Enam Moda

Agenda peletakan batu pertama ini menjadi salah satu bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta yang jatuh pada 22 Juni. Kegiatan ini digelar secara simultan bersamaan dengan peresmian hasil penataan koridor Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Fasilitas khusus pejalan kaki di pusat kota ini dirancang dengan model melingkar berkekuatan diameter sekitar 118 meter serta lebar koridor mencapai 12 meter. Jembatan modern ini akan mengintegrasikan enam moda transportasi publik sekaligus di kawasan Dukuh Atas, meliputi MRT Jakarta, LRT Jakarta, LRT Jabodebek, KRL Commuter Line, TransJakarta, hingga Kereta Bandara.

(Fachri Audhia Hafiez)