Pramono: Jakarta Bangkit tanpa Meninggalkan Warganya

Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta. Foto: Metro TV/Rifda Muthia Zahra.

Pramono: Jakarta Bangkit tanpa Meninggalkan Warganya

Rifda Muthia Zahra • 22 June 2026 09:06

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan pesan mendalam mengenai filosofi pembangunan ibu kota pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta. Pramono menekankan komitmen memperkuat fondasi sosial agar kemajuan fisik kota tidak meminggirkan masyarakat kecil.

"Sebab sejarah telah mengajarkan kita bahwa Jakarta selalu bangkit tanpa meninggalkan warganya," kata Pramono di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Senin, 22 Juni 2026.

Pramono menegaskan bahwa pembangunan Jakarta yang megah harus selalu berjalan beriringan dengan tingkat kesejahteraan masyarakatnya. Melalui momentum hari ini, ia mengajak seluruh elemen warga untuk tetap optimis menatap masa depan kota yang lebih inklusif.
 


Jaminan Akses Pendidikan dan Lapangan Kerja

Sebagai implementasi nyata agar tidak ada warga yang tertinggal, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkomitmen menjaga keberlanjutan akses pendidikan. Skema bantuan dana sekolah terus dikucurkan demi menyasar ratusan ribu pelajar.

"Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus menjaga keberlanjutan akses pendidikan melalui Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus untuk 707.477 pelajar," ujar Pramono.

Bukan sekadar memberikan bantuan dana di bangku sekolah, Pemprov DKI juga bergerak di sektor pascakelulusan. Upaya nyata dilakukan untuk memfasilitasi para lulusan agar segera terserap di dunia kerja lewat program pemutihan ijazah serta perluasan program padat karya.


Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta. Foto: Metro TV/Rifda Muthia Zahra.?

Layanan Kesehatan Jemput Bola dan Hak Disabilitas

Di sektor kesehatan, komitmen kemanusiaan ditunjukkan lewat kesiapsiagaan petugas medis yang bergerak langsung mengetuk pintu-pintu rumah warga. Layanan jemput bola (home service) ini diprioritaskan bagi mereka yang memiliki keterbatasan fisik dan kesulitan menjangkau fasilitas kesehatan.

"Di bidang kesehatan, Pasukan Putih Jakarta tetap bersiaga memberikan layanan kesehatan berbasis home service, mendatangi warga yang sakit," tegas Pramono.

Perlindungan sosial ini juga semakin diperluas cakupannya pada pemenuhan kebutuhan pokok harian. Pemerintah daerah kini menaruh perhatian lebih besar kepada kelompok masyarakat rentan.

"Selain itu, penerima manfaat pemenuhan kebutuhan dasar untuk lansia, penyandang disabilitas, dan anak-anak juga diperluas," tambah Pramono.

Transportasi Publik yang Ramah Kantong

Pramono membeberkan strategi pemenuhan fasilitas mobilitas harian warga yang terjangkau. Layanan kendaraan umum massal di Jakarta kini didesain semakin luas, aman, dan bahkan telah menjangkau area penyangga.

"Dalam mendukung mobilitas yang aman, nyaman, dan terjangkau, berbagai upaya dilakukan melalui perluasan layanan transportasi publik hingga wilayah Jabodetabek," jelas Pramono.

Selain perluasan jangkauan moda transportasi terintegrasi, kebijakan pembebasan biaya transportasi bagi masyarakat yang membutuhkan juga dipastikan tetap berjalan.

"Serta pemberian layanan transportasi gratis bagi 15 golongan masyarakat," kata Pramono.

(Fachri Audhia Hafiez)