Pengadilan Bolivia Kembali Terbitkan Surat Penangkapan Eks Presiden Evo Morales

Mantan presiden Bolivia Evo Morales. (Anadolu Agency)

Pengadilan Bolivia Kembali Terbitkan Surat Penangkapan Eks Presiden Evo Morales

Willy Haryono • 12 May 2026 14:16

Bolivia: Pengadilan Bolivia kembali menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap mantan presiden Evo Morales setelah ia tidak menghadiri sidang kasus dugaan perdagangan anak pada Senin kemarin.

Dikutip dari Al Jazeera, Selasa, 12 Mei 2026, hakim menyatakan Morales menghina pengadilan karena mangkir dari persidangan yang dijadwalkan berlangsung di Kota Tarija, Bolivia selatan. Sidang akhirnya ditunda akibat ketidakhadirannya.

Morales dituduh memiliki anak dengan gadis berusia 15 tahun saat masih menjabat sebagai presiden Bolivia. Orang tua remaja tersebut juga dituduh menyetujui hubungan itu sebagai imbalan atas bantuan dari Morales. Namun, mantan pemimpin sosialis itu membantah seluruh tuduhan.

Kantor Jaksa Penuntut Umum menyebut ketidakhadiran Morales tanpa alasan yang sah memperkuat statusnya sebagai buronan. Selain surat penangkapan, pengadilan juga memberlakukan larangan bepergian terhadap mantan presiden tersebut.

Morales dilaporkan bersembunyi di wilayah Chapare, kawasan penghasil daun koka di Bolivia tengah, sejak akhir 2024. Ia dijaga para pendukung masyarakat adat yang menolak upaya penangkapan terhadap dirinya.

Pendukung Ancam Lakukan Perlawanan

Pendukung Morales, Dieter Mendoza, memperingatkan pemerintah agar tidak menangkap mantan presiden itu.

“Mereka berpikir dengan menangkap Evo Morales dapat menghentikan gerakan ini. Mereka sangat keliru,” ujar Mendoza kepada radio Kawsachun Coca. Ia juga mengatakan penangkapan Morales dapat memicu gejolak besar di Bolivia.

Mendoza meminta warga di wilayah Cochabamba Tropics tetap siaga tinggi dan siap menghadapi kemungkinan bentrokan.

Dilansir dari media Al Jazeera, surat penangkapan pertama terhadap Morales sebenarnya telah diterbitkan pada Oktober 2024. Namun, aparat gagal melaksanakannya setelah para pendukung Morales memblokade jalan selama 24 hari sehingga petugas tidak dapat memasuki wilayah tempat ia berlindung.

Morales juga pernah dinyatakan menghina pengadilan pada Januari 2025 setelah tidak menghadiri sidang penahanan prapersidangan. Salah satu pengacaranya, Wilfredo Chavez, mengatakan Morales dan tim hukumnya tidak hadir karena merasa tidak menerima panggilan sidang secara resmi.

Morales yang pernah memimpin Bolivia dari 2006 hingga 2019 dikenal sebagai presiden pribumi pertama di negara tersebut. Ia mengundurkan diri pada 2019 setelah pemilu yang dipenuhi tuduhan kecurangan dan sempat hidup di pengasingan di Meksiko serta Argentina sebelum kembali ke Bolivia setahun kemudian.

Ia juga gagal mencalonkan diri kembali dalam pemilu presiden tahun lalu setelah dilarang maju untuk masa jabatan keempat. (Keysa Qanita)

Baca juga:  Mantan Presiden Bolivia Evo Morales Lolos dari Upaya Pembunuhan

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)