Kemlu Diminta Segera Selamatkan 9 WNI yang Diculik Militer Israel

Perwakilan GPCI, Wanda Hamidah (paling kanan), dalam konferensi pers di Gedung Filantropi Dompet Dhuafa, Jakarta. Metrotvnews.com/Rifda

Kemlu Diminta Segera Selamatkan 9 WNI yang Diculik Militer Israel

Rifda Muthia Zahra • 18 May 2026 22:52

Jakarta: Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) meminta Kementerian Luar Negeri untuk segera menyelamatkan sembilan WNI yang diculik militer Israel di perairan internasional saat membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza, Palestina. Pemerintah harus menjamin keselamatan seluruh relawan dan jurnalis nasional melalui advokasi diplomatik yang kuat.

“Kami meminta pemerintah memberikan perlindungan sebesar-besarnya dan menjamin keselamatan WNI yang hari ini diculik," tegas Perwakilan GPCI, Wanda Hamidah, dalam konferensi pers di Gedung Filantropi Dompet Dhuafa, Jakarta, Senin, 18 Mei 2026.  

GPCI kecewa atas tindakan brutal yang berulang kali terjadi di wilayah laut internasional. Tindakan ini jelas-jelas melanggar Konvensi Jenewa dan hukum internasional.

Pihak lembaga kemanusiaan ini kini fokus mengawal jalur pelacakan (tracker) dan berkoordinasi intensif dengan berbagai pihak demi memastikan keselamatan seluruh relawan. “Secara umum kita sudah berkontak dengan KJRI di Istanbul, serta kedutaan kita di Jordania dan Mesir untuk bersiap melakukan advokasi," ujar Wanda.

Pihak GPCI baru menerima konfirmasi satu dari sembilan delegasi WNI terdeteksi mengalami intersep. GPCI mulai melakukan proses pendampingan psikologis bagi keluarga korban di Indonesia yang tengah cemas menanti kabar terbaru.

“Dia sudah mengirimkan video SOS dan meminta kami menghubungi pihak keluarga karena protokol darurat sudah diberlakukan," ungkap perwakilan redaksi Tempo.

Pasukan Israel mencegat salah satu armada Global Sumud Flotila. Foto: Al Jazeera

Baca Juga: 

Kemlu Belum Ketahui Status dari Kapal yang Membawa Jurnalis Republika

Delegasi Indonesia yang ikut dalam misi pengiriman bantuan kemanusiaan ini terdiri atas berbagai unsur relawan dan jurnalis nasional, termasuk perwakilan media dari Republika, Tempo, dan iNews TV. Sebelum hilang kontak, para jurnalis dan relawan sempat mengirimkan video SOS sebagai protokol ketika kapal mereka mulai dikepung oleh militer Israel di perairan internasional. Termasuk, yang sudah terkonfirmasi mengalami intersep dari jurnalis Republika. 

GPCI berharap sisa kapal dalam konvoi pengiriman bantuan kemanusiaan tersebut memiliki peluang untuk menembus blokade dan menyalurkan bantuan langsung ke Gaza. Penyaluran bantuan ini dinilai krusial untuk mengembalikan senyuman dan membuka kembali ruang kemanusiaan yang lebih luas bagi warga Palestina.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)