Pembukaan akses jalan di pedalaman Merak oleh TNI. Foto: Istimewa.
Prajurit TNI Buka Jalan Sepanjang 2,8 Kilometer di Pedalaman Merak
Arga Sumantri • 12 May 2026 21:21
Cilegon: Sejumlah prajurit TNI Kodim 0623 Cilegon membuka jalan di pedalaman Merak, tepatnya di Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, Banten. Jalan sepanjang 2,8 kilometer itu menghubungkan Lingkungan Langon ke Lingkungan Tembulun.
Jalan tersebut dibuat dalam program TNI Menunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 yang dikomandoi oleh Kodim 0623 Cilegon. Proyek garapan prajurit TNI ini dirancang untuk mempermudah akses warga hingga mendongkrak perekonomian di wilayah tersebut.
Sebelumnya, warga sekitar harus melintasi jalan memutar dengan jarak 3,6 kilometer dengan waktu tempuh 20 menit, dengan kondisi lebar jalan hanya 3 meter.
Setelah pembukaan jalan program TMMD ini masyarakat bisa melintas hanya dengan jarak 2,8 kilometer dengan waktu tempuh 15 menit dan kondisi jalan lebih lebar yakni 8 meter.
"Tadi kita lihat sendiri dan juga telah dipaparkan oleh Dandim, untuk pengerjaan fisiknya adalah pembukaan jalan. Ini sangat strategis kalau saya lihat, karena menghubungkan dari kampung ke kampung," kata Kepala Tim Pengawasan dan Evaluasi TMMD ke-128 di TMMD Kodim Cilegon, Brigjen TNI Donny Pramono, Selasa 12 Mei 2026.
Menurut Donny, jalan yang dibangun dalam TMMD memang tidak bisa langsung dibangun dalam kondisi bagus dan dilakukan bertahap. Namun, ia yakin perbaikan akan tetap berlanjut baik melalui TMMD selanjutnya ataupun program pemerintah daerah.
"Bisa kita lihat, ini cukup lebar, bagus dan memadai. Memang kegiatan TMMD ini tidak bisa langsung jalan itu sempurna, untuk tahun ini mungkin bisa kita laksanakan pembukaan jalan, kemudian nanti pemadatan bisa pada TMMD berikutnya atau dari program pemerintah," paparnya.
"(Saat meninjau) harapannya sudah 50 persen, tapi yang sudah disampaikan Pak Dandim melalui paparannya semua sudah 70 hingga 80 persen, sudah melewati dan mencapai target. Tentunya yang 20-30 persen akan diselesaikan sampai penutupan nanti," papar dia.
Donny memastikan pembukaan jalan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Baik untuk akses sehari-hari hingga membawa hasil bumi dan menjualnya hingga meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar.
"Namanya pembukaan jalan apalagi dari desa ke desa seperti dipaparkan oleh Pak Dandim yang biasanya berputar membutuhkan waktu yang cukup lama, tapi lewat sini bisa lebih cepat dan memangkas cost mungkin. Bisa lebih cepat juga memasarkan hasil buminya, bisa mempercepat untuk kegiatan bekerja dan mencapai tujuan lainnya," ungkap dia.
Sementara itu, Wali Kota Cilegon, Robinsar mengapresiasi sejumlah program pembangunan fisik dalam rangka TMMD ke-128. Ia mengucapkan terima kasih kepada Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadipenad) dan Dandim 0623 Cilegon yang telah membantu masyarakat mendekatkan akses masyarakat.
"InsyaAllah kita akan follow up apa yang urgen, seperti kata Pak Jendral kalau sudah pengerasan, pematangan lahan, apakah drainase dulu atau seperti apa supaya optimal semuanya," ungkap Robinsar.
.jpeg)
Pembukaan akses jalan di pedalaman Merak oleh TNI. Foto: Istimewa.
Robinsar juga mengaku banyak mendapat cerita menggembirakan dari masyarakat sekitar soal pembukaan jalan baru yang dikerjakan personel TNI itu.
"Ini memang masyarakat banyak yang mengeluh, kalau jalan yang sudah ada itu muter, masyarakat tadi cerita sangat senang dibuka jalan ini," jelasnya.
Dandim 0623 Cilegon, Imam Buchori mengungkapkan selain pembukaan jalan sepanjang 2,8 kilometer, TMMD ke-128 ini juga dilakukan pengerasan jalan sepanjang 1,8 kilometer.
"Kegiatan ini tentunya selaras dan sinergi dengan Pemda, jadi kita tidak berdiri sendiri, Pemda juga tidak berdiri sendiri, sehingga hasil dari musrenbang benar-benar mewadahi dari masyarakat," ujar Imam.
Selain pembukaan dan pengerasan jalan, Imam Buchori memaparkan sejumlah program pembangunan fisik lainnya seperti, rehab 10 rumah tidak layak huni, pembuatan 5 unit jambanisasi, pembuatan 10 titik sumur bor.
Kemudian, pembukaan lahan ketahanan pangan seluar 1 hektare, rehab dan pengecetan musala, penanaman 1000 pohon, pembersihan fasum, hingga pipanisasi.
Selain sasaran fisik, TMMD di bawah komando Kodim 0623 Cilegon juga memiliki sasaran non fisik seperti sosialisasi KB Kesehatan, sosialisasi pangan. Kemudian, sosialisasi bahaya narkoba, operasi katarak, cek kesehatan gratis hingga pembagian 200 paket penanganan stunting di Kota Cilegon.
Imam Buchori juga mengungkapkan target penyelesaian proyek fisik program TMMD ke-128 tersebut. "Kami target H-3 sebelum penutupan selesai," ungkap Imam.
Sementara itu, Manager SDM dan Humas PT PLN Indonesia Power UBP, Andi Dwi Laksono mengungkapkan, khusus program rumah tidak layak huni ini merupakan kolaborasi industri dan TNI melalui TMMD. Menurutnya, rehab rumah tidak layak huni ini juga bentuk komitmen perusahaan melaksanakan tanggung jawab sosial, terutama di sekitar perusahaan beroperasi.
"Kami juga sangat terbantu karena program rumah tidak layak huni dengan dukungan Kodim Cilegon bisa tepat sasaran serta bermanfaat penuh," ungkap Andi.