Trump Mengaku Tak Pertimbangkan Dampak Ekonomi Warga AS saat Berunding dengan Iran

Presiden AS Donald Trump. (Anadolu Agency)

Trump Mengaku Tak Pertimbangkan Dampak Ekonomi Warga AS saat Berunding dengan Iran

Muhammad Reyhansyah • 13 May 2026 12:53

Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakui bahwa dirinya tidak mempertimbangkan dampak ekonomi yang ditanggung warga AS ketika terlibat negosiasi dengan Iran untuk mengakhiri perang yang dimulai Februari lalu.

"Tidak sedikit pun," kata Trump saat menjawab pertanyaan wartawan mengenai sejauh mana dirinya mempertimbangkan kondisi finansial warga Amerika dalam perundingan tersebut.

"Satu-satunya hal yang penting ketika saya berbicara tentang Iran adalah mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir. Saya tidak memikirkan kondisi finansial warga Amerika. Saya tidak memikirkan siapa pun," lanjutnya.

Melansir Anadolu, Rabu, 13 Mei 2026, perang antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran dilaporkan telah membebani warga AS sebesar USD38,1 miliar.

Lonjakan biaya ini terjadi akibat kenaikan harga energi, sebagaimana dicatat oleh Iran War Energy Cost Tracker dari Watson School of International and Public Affairs, Brown University.

Data tersebut diperbarui secara real-time dan total biaya terus meningkat setiap detiknya. Sebagian besar tambahan biaya, yakni USD20,86 miliar, berasal dari produk minyak bumi, sementara diesel menyumbang sekitar USD17,2 miliar.

Rata-rata rumah tangga di Amerika Serikat disebut harus membayar tambahan USD290,56 per bulan untuk kebutuhan bensin dan diesel.

Ketegangan AS-Iran Masih Berlanjut

Ketegangan kawasan meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari. Teheran kemudian membalas dengan menyerang Israel serta sekutu Washington di kawasan Teluk dan menutup Selat Hormuz.

Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, namun pembicaraan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan permanen.

Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata tersebut tanpa batas waktu di tengah kebuntuan negosiasi lanjutan.

Trump pada Minggu juga mengecam Iran setelah Teheran menyerahkan respons terhadap proposal Amerika Serikat untuk mengakhiri perang secara permanen dan menyebutnya sebagai "sama sekali tidak dapat diterima."

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf kemudian menanggapi dengan menegaskan tidak ada "alternatif" selain menerima hak-hak rakyat Iran yang tercantum dalam proposal 14 poin Teheran.

"Pendekatan lain hanya akan sepenuhnya tidak menghasilkan apa pun; tidak lebih dari kegagalan demi kegagalan," tulis Ghalibaf di platform media sosial X.

Baca juga: Trump Sebut Proposal Balasan Iran 'Sampah' yang Tidak Dapat Diterima

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)