Menhut Tegaskan Presiden Selesaikan Permanen Konflik Gajah di Way Kambas

Ilustrasi - Gajah-gajah yang berada di Kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK). Foto: ANTARA/HO-Pemprov Lampung.

Menhut Tegaskan Presiden Selesaikan Permanen Konflik Gajah di Way Kambas

Fachri Audhia Hafiez • 27 March 2026 08:33

Lampung Timur: Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni melakukan soft launching pembangunan pembatas (barrier) di Taman Nasional (TN) Way Kambas, Lampung Timur. Langkah strategis di era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto ini ditargetkan menjadi solusi permanen untuk mengakhiri konflik antara manusia dan gajah yang telah berlangsung selama 43 tahun sejak 1983.

“Masalah yang dihadapi oleh Taman Nasional Way Kambas termasuk yang paling penting adalah konflik antara gajah dan manusia ini sudah berlangsung berapa puluh tahun, ada yang ingat tahun berapa? Tahun 1983, berarti sudah 43 tahun,” ujar Raja Juli di Way Kambas, Lampung dikutip melalui keterangan tertulis, Kamis, 26 Maret 2026.
 


Raja Juli menjelaskan bahwa pembangunan pembatas ini merupakan instruksi langsung dari Kepala Negara. 

Awalnya, pihak kepala desa dan camat setempat hanya mengusulkan pembangunan sepanjang 11 kilometer, namun Presiden justru memerintahkan pembangunan pembatas permanen di sepanjang batas Way Kambas dengan total mencapai 138 kilometer.

“Berkat laporan dari temen-temen taman nasional, diperkuat oleh Bu Bupati, diperkuat oleh Pak Gubernur, saya melapor ke Pak Presiden alhamdulillah hari ini dilakukan soft launching pembangunan pembatas Taman Nasional Way Kambas yang kita inginkan dari dulu,” lanjut Raja Juli.

Proyek ambisius ini ditargetkan rampung paling lambat pada akhir tahun 2026. Keberadaan barrier tersebut diharapkan dapat menghentikan kerugian ekonomi, gangguan keamanan, hingga mencegah jatuhnya korban jiwa yang selama ini menghantui masyarakat di sekitar kawasan taman nasional.

“Tidak perlu bertahap sampai beberapa tahun, paling lambat akhir tahun, 4-5 bulan ke depan akan selesai, paling lambat akhir tahun selesai,” kata Raja Juli.


Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni melakukan soft launching pembangunan pembatas (barrier) permanen di Taman Nasional Way Kambas (TNWK). Foto: Dok. Kementerian Kehutanan.

Lebih lanjut, Raja Juli menyebut TN Way Kambas akan dijadikan sebagai proyek percontohan (pilot project) bagi 57 taman nasional lainnya di seluruh Indonesia. 

Hal ini sejalan dengan rencana besar Presiden untuk membenahi pengelolaan kawasan konservasi serta menjaga keseimbangan antara perlindungan satwa liar dan kesejahteraan masyarakat lokal.

“Pembangunan pembatas ini bagian dari rencana besar Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk membenahi Taman Nasional yang jumlahnya 57 Taman Nasional. Pak Presiden menginstruksikan pada saya untuk memperbaiki taman nasional kita, dan Way Kambas kita jadikan pilot project,” kata Raja Juli.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)