WFH Dinilai Mampu Menghemat Energi

Ilustrasi BBM. Foto: MI.

WFH Dinilai Mampu Menghemat Energi

Anggi Tondi Martaon • 26 March 2026 09:57

Jakarta: Pengamat Kebijakan Publik, Agus Pambagio, menilai kebijakan work from home (WFH) mampu membantu dalam upaya dalam penghematan energi di tengah kenaikan harga minyak dunia imbas perang AS-Iran. Namun, dia mendorong agar dilakukan penghitungan apakah kebijakan tersebut memiliki dampak yang signifikan.

“WFH itu bisa dilakukan untuk melakukan apa ya, pengereman penghematan BBM. Tetapi apakah hasilnya signifikan? Itu belum ada yang mengitung,” kata Agus kepada Metrotvnews.com pada Rabu, 25 Maret 2026. 

Agus mengatakan kebijakan tersebut mampu memberikan dampak positif. Seperti masyarakat tidak perlu berpergian keluar apabila tidak ada keperluan. 

“Tentu ada, dampak positifnya ada, sehingga orang-orang tidak berpergian kalau tidak perlu,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengingatkan terkait kemungkinan munculnya persoalan sosial baru yang ditimbulkan akibat kebijakan terserbut. Hal itu harus dikaji secara mendalam.

"Seperti Jakarta itu yang namanya ojek itu besar sekali jumlahnya, jutaan. Ketika itu tidak bekerja, tidak ada yang naik kan?Ini akan menjadi persoalan sosial baru. Kita kelas penengah yang tadinya oke sekarang sudah turun, akan menjadi miskin. Itu juga berpengaruh,” sebut dia.

Ia menilai kebijakan tersebut tetap perlu dikaji dan dihitung untuk mengetahui dampak yang dihasilkan. Sehingga, dapat diketahui seberapa besar efektivitas WFH terhadap penghematan energi dan dampak yang dihasilkan.

“Kemudian baru kita bisa katakan, oh ini keren, libur satu hari atau kerja di rumah atau everywhere, kita bisa berhemat sekian. Kenapa? Oh karena kalau yang pegawai kantornya rumahan, kelas rumahan, apartemen itu bisa matikan listrik, air, kan berhemat. Itu dihitung berapa," ujar dia.

Ilustrasi BBM. Foto: MI.

Sebelumnya, pemerintah menetapkan kebijakan bekerja dari rumah atau work form home (WFH) akan diberlakukan setelah Lebaran Idulfitri 1447 H sebagai upaya penghematan energi di tengah lonjakan harga minyak dunia. 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto mengatakan kebijakan tersebut berlaku bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan juga menghimbau kebijakan tersebut juga diterapkan bagi sektor swasta. 

“(Aturan) WFH akan didetailkan. Tetapi sesudah Lebaran kita akan berlakukan. Untuk ASN maupun imbauan untuk swasta. Tetapi bukan yang bekerja di sektor pelayanan publik,” ujar Airlangga, Sabtu 21 Maret 2026.

Lebih lanjut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut penerapan kebijakan WFH sehari dalam sepekan mampu memberi dampak pada efisiensi energi serta bahan bakar minyak (BBM). 

Tidak hanya itu, kata dia, kebijakan tersebut memberikan dampak pada aktivitas rumah tangga sekaligus sektor pariwisata sebab menciptakan rangkaian akhir pekan yang lebih panjang, seperti Jumat-Sabtu-Minggu. 

“Ada hitungan kasar sekali (WFH bisa menghemat) seperlima, kira-kira 20 persen (penggunaan BBM),” ujar Purbaya.

(Nattasya Amani)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)