Menteri Kebudayaan, Fadli Zon. Foto UNS
Menbud: Indonesia Berpotensi Jadi Ibu Kota Kebudayaan Dunia
Muhamad Marup • 27 March 2026 19:22
Solo: Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon mengatakan, Indonesia berpotensi menjadi Ibu Kota Kebudayaan Dunia. Hal tersebut disampaikan saat Orasi Kebudayaan dalam acara Gelar Budaya dan Karya Anak Bangsa di Universitas Sebelas Maret, Solo, Kamis, 26 Maret 2026.
"Kita memiliki potensi untuk menjadi Ibu Kota Kebudayaan Dunia,” ujar Fadli, mengutip laman resmi UNS, Jumat, 27 Maret 2026.
Dia menambahkan, saat ini Indonesia dikenal sebagai bangsa dengan megadiversity. Hal tersebut karena ekspresi budaya Indonesia tersebar dari Sabang sampai Merauke sangat kaya dan dalam.
Fadli menekankan bahwa Indonesia bukan sekadar Nation State, melainkan Sovereign State atau Negara Peradaban. Menurutnya, kekayaan luar biasa yang disebutnya sebagai megadiversity mencakup 1.340 etnis dan 718 bahasa daerah.
Dia juga memaparkan temuan arkeologis terbaru seperti lukisan purba di Gua Metanduno, Sulawesi Tenggara. Perkiraan usia tersebut sekitar 67.800 tahun.
"Temuan tersebut mengukuhkan posisi Indonesia sebagai salah satu peradaban tertua di dunia," katanya.
Tantangan Digitalisasi
Fadli menilai, era globalisasi dan digitalisasi merupakan peluang dan tantangan bagi sektor kebudayaan. Transformasi digital memungkinkan budaya terdokumentasi dan dipromosikan secara luas ke seluruh dunia.
Di sisi lain, lanjut dia, risiko komersialisasi berlebihan dan homogenisasi tetap harus diwaspadai. Dengan demikian, digitalisasi harus benar-benar diarahkan pada aktivitas pemajuan kebudayaan.

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon. Foto Kementerian Kebudayaan
"Oleh karena itu, digitalisasi harus menjadi sarana untuk menghidupkan kembali budaya, didukung oleh literasi budaya digital, perlindungan pelaku budaya, serta sistem arsip dan data budaya yang terintegrasi," ucapnya.
Fadli juga menyoroti potensi ekonomi budaya. Melalui industri kreatif, budaya Indonesia memiliki peluang menjadi kekuatan global.
"Seperti yang telah berhasil dilakukan oleh negara lain melalui film, musik, dan produk kreatif," terangnya.