Konversi Kompor hingga Kendaraan Listrik Dinilai Kunci Perkuat Ketahanan Energi

Ilustrasi kompor listrik. Dok Modena Indonesia.

Konversi Kompor hingga Kendaraan Listrik Dinilai Kunci Perkuat Ketahanan Energi

Arga Sumantri • 26 March 2026 20:48

Jakarta: Percepatan konversi energi berbasis listrik, baik di sektor rumah tangga maupun transportasi dinilai diperlukan. Contohnya, konversi ke kompor listrik yang perlu segera dilakukan karena dapat menekan konsumsi Liquefied Petroleum Gas (LPG) sekaligus memanfaatkan kelebihan pasokan listrik nasional. 

"Kalau kompor gas beralih ke listrik, kelebihan daya bisa terserap dan beban subsidi berkurang," ujar Direktur Eksekutif Energi Watch Indonesia, Ferdinan Hutahaean, dalam keterangannya, Kamis, 26 Maret 2026.

Ferdinan menyebut, konversi satu juta rumah tangga berpotensi menghemat jutaan tabung LPG per bulan serta menekan subsidi hingga ratusan miliar rupiah. Jika dilakukan secara masif hingga puluhan juta rumah tangga, penghematannya dinilai akan semakin signifikan.

Selain di sektor rumah tangga, penggunaan kendaraan listrik juga perlu terus didorong. "Kendaraan listrik dapat menjadi solusi untuk mengurangi konsumsi bahan bakar minyak sekaligus meningkatkan efisiensi energi," kata Ferdinan.

Kendaraan listrik ilustrasi. Dok Freepik.

Perkuat insentif kendaraan listrik

Ferdinan mendorong pemerintah memperkuat insentif bagi kendaraan listrik, baik roda dua maupun roda empat, agar adopsinya semakin luas di masyarakat.

Menurutnya, energi listrik memiliki keunggulan karena dapat diproduksi dari berbagai sumber. Sehingga, lebih berkelanjutan ketimbang energi fosil yang semakin menipis.

"Energi listrik akan terus tersedia, berbeda dengan energi fosil yang pasti akan habis. Karena itu, kebijakan harus diarahkan agar masyarakat beralih ke listrik," kata dia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Arga Sumantri)