Air bersih ilustrasi. Dok Medcom.id
Modernisasi Sistem Air Bersih di Jakarta Terus Dikebut
Arga Sumantri • 14 April 2026 23:14
Jakarta: Upaya melakukan modernisasi sistem air bersih di Jakarta terus dilakukan. Pemerintah daerah menargetkan menuntaskan seluruh jaringan air perpipaan dalam beberapa tahun ke depan.
Hal ini disampaikan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Basri Baco dalam diskusi publik bertajuk 'Modernisasi Sistem Air Bersih Jakarta: Tantangan, Strategi, dan Masa Depan Layanan Publik'. Forum ini dinisiasi Gerakan Aktivis Jakarta.
Basri menegaskan air merupakan hak dasar masyarakat yang tidak tergantikan. Selama sekitar 25 tahun, kata dia, pengelolaan air di Jakarta berada dalam skema swastanisasi yang berorientasi pada keuntungan.
"Sekarang pengelolaan air sudah kembali ke PAM JAYA sebagai BUMD. Ini penting agar negara hadir menjamin akses air bersih yang berkeadilan," ujar Basri dalam keterangannya, Selasa, 14 April 2026.
Ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, termasuk kekurangan sambungan air perpipaan sekitar 20 persen dan kebutuhan modernisasi infrastruktur. Keterbatasan keuangan daerah juga menjadi kendala serius, sehingga diperlukan skema pembiayaan alternatif seperti pembiayaan kreatif dengan melibatkan pihak swasta.
Selain menuntaskan seluruh jaringan air perpipaan dalam beberapa tahun ke depan, target lainnya adalah inovasi sistem pembayaran seperti token listrik guna meningkatkan efisiensi dan transparansi.
Butuh kolaborasi
Direktur Operasional PAM JAYA Syahrul Hasan mengungkapkan cakupan layanan air bersih di Jakarta saat ini baru mencapai sekitar 82 persen, dengan kapasitas produksi mencapai 23 ribu liter per detik. Ia menyebutkan ketergantungan terhadap pasokan air baku dari Jatiluhur serta kondisi jaringan pipa yang luas menjadi tantangan utama.“PAM JAYA terus melakukan modernisasi, termasuk penggantian pipa lama dengan material HDPE yang lebih aman dan tahan lama,” jelas Syahrul.

Diskusi publik bertajuk Modernisasi Sistem Air Bersih Jakarta: Tantangan, Strategi, dan Masa Depan Layanan Publik. Istimewa.
Ia menambahkan kebutuhan investasi untuk pengembangan sistem air mencapai Rp34 triliun. Sebagian besar didorong melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
Selain itu, PAM JAYA saat ini telah melayani sekitar 1,2 juta pelanggan, meskipun masih menghadapi tantangan perilaku masyarakat yang bergantung pada air tanah. Program zona bebas air tanah pun terus dikembangkan.
Dari sisi kualitas, Syahrul menegaskan bahwa air PAM JAYA telah memenuhi standar kesehatan sesuai regulasi. Bahkan, telah memperoleh sertifikasi halal pada 2025 berdasarkan kajian keagamaan.
Perwakilan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) DKI Jakarta, Raden Umar, menekankan pentingnya peran masyarakat dalam pengawasan layanan air bersih. Ia mendorong pemutakhiran data pelanggan, sosialisasi tarif progresif, serta partisipasi aktif masyarakat dalam mendeteksi permasalahan distribusi air sejak dini.