Ilustrasi kekeringan. (MGN/Nur Soli)
Ancaman Kekeringan, BPBD Kotim Siapkan Langkah Antisipasi
Lukman Diah Sari • 14 April 2026 15:55
Sampit: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, meningkatkan sinergi dengan instansi terkait untuk mengantisipasi kemungkinan dampak terburuk akibat kekeringan di wilayah pesisir. Dampak kekeringan diprakirakan cukup luas.
"Kekeringan bisa menimbulkan dampak cukup luas, seperti kesulitan air bersih hingga gangguan terhadap pertanian yang berimbas pada hasil panen dan ketahanan pangan," kata Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam di Sampit, Selasa, 14 April 2026, melansir Antara.
Dampak kekeringan seperti kesulitan air bersih kerap dialami masyarakat di sejumlah desa. Antara lain, kata dia, di Kecamatan Mentaya Hilir Utara dan Mentaya Hilir Selatan.
Baca Juga :
Antisipasi lainnya juga perlu dilakukan, yakni kemungkinan jika kesulitan air bersih tidak hanya terjadi di wilayah selatan, tetapi juga meluas ke wilayah utara akibat sungai dangkal dan keruh. Bahkan saat kemarau sebelumnya, intrusi air laut sudah sampai ke perairan Pelangsian, Kecamatan Mentawa Baru, Ketapang, yang notabene tidak jauh dari pusat kota Sampit.

BPBD Kotawaringin Timur memasok air bersih kepada masyarakat di wilayah Kecamatan Mentaya Hilir Utara yang mengalami kesulitan air bersih, beberapa waktu lalu. ANTARA/HO-BPBD Kotim
Saat kesulitan air bersih terjadi di wilayah pesisir, BPBD mengerahkan mobil tangki yang dimiliki untuk menyuplai air bersih guna memenuhi kebutuhan warga. Kemudian antisipasi dampak kekeringan terhadap pertanian, juga perlu menjadi perhatian. Sinergi dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan juga dilakukan untuk antisipasi sejak dini terkait dampak kekeringan.
"Setelah rapat kemarin, saya juga sudah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pertanian, khususnya terkait ancaman kekeringan terhadap ketahanan pangan," kata Multazam.