Departemen Pertahanan AS mencatat 13 personel militer AS tewas dan 415 lainnya terluka dalam Operasi Epic Fury melawan Iran sejak 28 Februari. (Anadolu Agency)
Perang Iran: 13 Personel Militer AS Tewas dan 415 Terluka dalam Operasi Epic Fury
Willy Haryono • 21 April 2026 11:08
Washington: Data terbaru Departemen Pertahanan Amerika Serikat yang dirilis pada Senin, 20 April 2026, menunjukkan sebanyak 415 personel militer AS terluka sejak dimulainya Operasi Epic Fury terhadap Iran pada akhir Februari.
Berdasarkan laporan kantor berita Anadolu, Selasa, 21 April 2026, data Pentagon juga mengonfirmasi bahwa total 13 personel militer AS telah tewas dalam operasi tersebut.
Ketegangan regional di Timur Tengah terus meningkat sejak 28 Februari lalu, ketika AS dan Israel meluncurkan serangan gabungan ke Iran yang telah menewaskan lebih dari 1.300 orang.
Sebagai respons, Teheran melancarkan serangan balasan menggunakan rudal dan drone yang menargetkan Israel serta negara-negara kawasan yang menampung aset militer Amerika Serikat.
Guna meredakan konflik, gencatan senjata selama dua minggu telah diumumkan pada 8 April melalui mediasi Pakistan. Meski Washington dan Teheran sempat mengadakan pembicaraan langsung yang jarang terjadi di Pakistan pada 11 April, negosiasi tersebut berakhir tanpa kesepakatan apa pun
Saat ini, para mediator tengah berupaya untuk menyelenggarakan putaran negosiasi lanjutan di Islamabad guna mencari solusi diplomatik.
Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa kesepakatan dengan Iran masih mungkin tercapai. Sementara Iran mengirimkan sinyal beragam, dan belum memastikan akan mengirim delegasi ke ibu kota Pakistan atau tidak.
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan bahwa Iran akan berperang dengan "kartu baru" jika kesepakatan dengan AS tak tercapai saat gencatan senjata berakhir pada Selasa ini atau Rabu waktu Amerika. (Kelvin Yurcel)
Baca juga: Iran Akan Gunakan 'Kartu Baru' Jika Kesepakatan dengan AS Tak Tercapai