Kanada Dukung Upaya Lebanon Pulihkan Otoritas Negara

Menteri Luar Negeri Kanada Anita Anand. (Anadolu Agency)

Kanada Dukung Upaya Lebanon Pulihkan Otoritas Negara

Muhammad Reyhansyah • 15 April 2026 15:14

Ottawa: Menteri Luar Negeri Kanada Anita Anand menyatakan dukungan negaranya terhadap upaya pemerintah Lebanon untuk memulihkan dan menegakkan otoritas negara di tengah situasi keamanan dan kemanusiaan yang memburuk.

Dalam pernyataan yang disampaikan melalui platform X, Anand mengatakan telah berbicara dengan Menteri Luar Negeri Lebanon Youssef Rajji untuk membahas kondisi terkini di negara tersebut.

“Saya menyampaikan solidaritas Kanada kepada rakyat Lebanon serta belasungkawa atas hilangnya terlalu banyak korban sipil, termasuk seorang warga Kanada,” ujarnya, seperti dikutip Anadolu, Rabu, 15 April 2026.

Anand menegaskan kembali dukungan Kanada terhadap langkah pemerintah Lebanon dalam memulihkan kendali negara secara penuh.

Ia juga menyoroti paket bantuan kemanusiaan sebesar USD37,7 juta yang diumumkan bersama Menteri Negara Urusan Internasional Randeep Sarai.

“Kanada akan terus mendukung rakyat Lebanon,” kata Anand, seraya menyebut bantuan tersebut sebagai bentuk komitmen berkelanjutan Ottawa di tengah krisis kemanusiaan yang semakin dalam.

Negosiasi Langsung Israel dan Lebanon

Di sisi lain, Amerika Serikat, Israel, dan Lebanon sepakat untuk memulai negosiasi langsung setelah pertemuan trilateral di Departemen Luar Negeri AS di Washington pada Selasa.

Pertemuan tersebut dipimpin oleh Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan dihadiri oleh Duta Besar Lebanon untuk AS Nada Hamadeh serta Duta Besar Israel Yechiel Leiter.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Tommy Pigott menyatakan bahwa pertemuan tersebut menghasilkan diskusi yang “produktif” terkait langkah-langkah menuju dimulainya perundingan langsung.

Pembicaraan ini menjadi kontak diplomatik langsung pertama antara Lebanon dan Israel dalam lebih dari tiga dekade.

Langkah tersebut terjadi di tengah berlanjutnya operasi udara dan darat Israel terhadap Hizbullah di Lebanon selatan sejak konflik Iran, yang sempat dihentikan melalui gencatan senjata selama dua pekan yang dimediasi Pakistan dan mulai berlaku pada 8 April.

Baca juga:  Israel dan Lebanon Sepakat Bernegosiasi Langsung usai Pertemuan di AS

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)