Sahroni Kecam Tendangan ‘Kungfu’ di EPA Liga 1 U20

Wakil Ketua komisi III DPR Ahmad Sahroni. Foto: Istimewa.

Sahroni Kecam Tendangan ‘Kungfu’ di EPA Liga 1 U20

Anggi Tondi Martaon • 20 April 2026 16:46

Jakarta: Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mencegam aksi berbahaya salah satu pemain Bhayangkara FC U20 yang melakukan tendangan 'kungfu' ke arah pemain lawan usai pertandingan ke-33 Elite Pro Academy (EPA) Liga 1 U20. Sebab, aksi oknum pemain tersebut sudah masuk ke dalam ranah penganiayaan yang disengaja.

“Tindakan yang dilakukan Fadly Alberto ini tidak bisa ditoleransi. Ini bukan lagi soal pelanggaran fair play, tapi sudah masuk kategori penganiayaan, jadi harus diusut pidananya. Ada unsur kesengajaan yang sangat jelas, apalagi dilakukan di luar konteks permainan dan setelah pertandingan berakhir," kata Sahroni melalui keterangan tertulis, Senin, 20 April 2026.

Bendahara Umum (Bendum) DPP Partai NasDem itu meminta pihak klub mengambil tindakan tindakan tegas. Hal itu sebagai bentuk tanggung jawab menjaga muruah olahraga.

“Maka saya minta Bhayangkara FC sangat mempertimbangkan untuk memecat yang bersangkutan," ungkap Sahroni.

Legislator asal Dapil DKI Jakarta III itu tak ingin ada pembiaran. Sebab, bakal berpengaruh buruk terhadap dunia olahraga, terutama sepak bola.

"Kalau dibiarkan, sepak bola kita akan diisi kekerasan, bukan sportivitas dan hiburan. Kita harus tegas menindak berbagai aksi kekerasan di lapangan agar tidak menjadi budaya. Jadi pecat pemain, dan pidanakan,” tegas Sahroni.

Ilustrasi sepak bola. Foto: Medcom.id.

Sebelumnya, kompetisi EPA Liga 1 U20 ternoda oleh aksi kekerasan. Laga antara Bhayangkara FC U20 vs Dewa United U20 pada matchday ke-33 yang berlangsung di Stadion Citarum, Minggu, 19 April 2026 berakhir dengan kericuhan antarpemain di lapangan. 

Kekalahan di kandang sendiri diduga memicu emosi para pemain Bhayangkara FC U20. Sorotan tajam netizen tertuju pada aksi berbahaya salah satu pemain Bhayangkara FC U20 yang melakukan tendangan "kungfu" ke arah pemain lawan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)