Ilustrasi Wall Street. Foto: Xinhua
Kontrak Berjangka Wall Street Merosot di Tengah Serangan AS-Iran
Eko Nordiansyah • 13 July 2026 07:55
New York: Kontrak berjangka indeks saham Amerika Serikat (AS) melemah pada Minggu, 12 Juli 2026, seiring kembali memanasnya konflik di Timur Tengah. Pelaku pasar juga mulai mencermati musim laporan keuangan kuartal II yang akan dimulai pekan ini.
AS dan Iran kembali saling melancarkan serangan sepanjang akhir pekan. Di saat yang sama, kedua pihak menyampaikan pernyataan yang berbeda terkait kondisi Selat Hormuz, sehingga mendorong harga minyak naik tajam dan meningkatkan kewaspadaan investor.
Dikutip dari Investing, Senin, 13 Juli 2026, kontrak berjangka S&P 500 turun 0,3 persen menjadi 7.598,50 poin. Kontrak berjangka Nasdaq 100 melemah 0,5 persen ke 29.890,50 poin, sedangkan kontrak berjangka Dow Jones turun 0,2 persen menjadi 52.814 poin.
Konflik AS-Iran kembali memanas
Komando Pusat AS (Centcom) menyatakan telah melancarkan serangan lanjutan ke Iran selama akhir pekan. Di sisi lain, sejumlah laporan menyebut Teheran membalas dengan menyerang pangkalan militer AS di Timur Tengah.Iran juga menyatakan Selat Hormuz ditutup bagi pelayaran komersial. Namun, Centcom menegaskan jalur pelayaran strategis tersebut masih terbuka.
(2).jpg)
(Ilustrasi. Foto: Freepik)
Gelombang serangan terbaru menandai meningkatnya ketegangan AS-Iran setelah Presiden Donald Trump pekan lalu menyatakan gencatan senjata dengan Teheran telah berakhir. Meski demikian, Trump juga mengatakan Iran telah menghubungi AS untuk membuka kembali jalur dialog.
Harga minyak melonjak pada Minggu malam setelah serangan terbaru tersebut. Kendati demikian, harga minyak Brent masih berada di bawah level tertinggi yang sempat dicapai pada awal konflik AS-Iran.
Investor menanti musim laporan keuangan
Pada perdagangan Jumat, indeks-indeks utama Wall Street ditutup menguat. S&P 500 mendekati rekor tertinggi, sementara Nasdaq dan Dow Jones masing-masing naik sekitar 0,3 persen.Perhatian investor kini beralih ke musim laporan keuangan kuartal II. Sejumlah bank besar seperti JPMorgan Chase, Bank of America, Goldman Sachs, Wells Fargo, dan Citigroup dijadwalkan merilis kinerja keuangan pada Selasa.
Selanjutnya, Morgan Stanley dan Bank of New York Mellon akan melaporkan hasil keuangannya pada Rabu. Perusahaan lain seperti Johnson & Johnson, ASML, TSMC, UnitedHealth Group, GE Aerospace, dan Netflix juga dijadwalkan merilis laporan keuangan sepanjang pekan ini.
Pelaku pasar akan mencermati apakah kinerja emiten masih mampu bertahan di tengah meningkatnya tekanan ekonomi akibat konflik di Timur Tengah dan kenaikan harga energi.