UNICEF Peringatkan Ancaman Besar terhadap Anak-anak di El-Obeid Sudan

UNICEF memperingatkan 500 ribu warga sipil di El-Obeid, Sudan, terancam akibat meningkatnya pertempuran antara militer dan RSF. (Yeni Safak)

UNICEF Peringatkan Ancaman Besar terhadap Anak-anak di El-Obeid Sudan

Willy Haryono • 12 July 2026 15:32

Khartoum: Dana Anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) memperingatkan sekitar 500.000 warga sipil di Kota El-Obeid, Sudan, berada dalam risiko langsung kehilangan nyawa, mengalami luka-luka, atau terpaksa mengungsi akibat meningkatnya pertempuran antara militer Sudan dan kelompok paramiliter Rapid Support Forces (RSF).

Dalam pernyataan yang dipublikasikan pada Sabtu, 11 Juli 2026, UNICEF menyebut ibu kota Negara Bagian Kordofan Utara tersebut telah berubah menjadi pusat baru krisis pengungsian di Sudan.

"Pertempuran yang semakin intensif di El-Obeid memaksa anak-anak dan keluarga meninggalkan rumah mereka dan mencari perlindungan," ujar pernyataan UNICEF yang dikutip Yeni Safak, Minggu, 12 Juli 2026.

Lembaga PBB itu menambahkan sekitar 500.000 warga sipil kini berada dalam bahaya, sementara anak-anak menghadapi risiko yang semakin besar untuk terbunuh, terluka, mengungsi, atau mengalami berbagai pelanggaran berat lainnya.

Menurut perkiraan tidak resmi, populasi El-Obeid meningkat drastis dari sekitar 500.000 jiwa menjadi hampir tiga juta orang setelah gelombang pengungsi internal datang ke kota tersebut untuk mencari perlindungan dari konflik di wilayah lain.

Sementara itu, Dewan Hak Asasi Manusia PBB pada Senin lalu memerintahkan penyelidikan mendesak terhadap dugaan pelanggaran dan kekerasan yang terjadi di kota tersebut.

PBB memperingatkan adanya risiko terjadinya kekejaman dalam skala besar apabila situasi keamanan terus memburuk.

Pertempuran Militer Sudan vs RSF

Selama satu bulan terakhir, RSF dilaporkan melancarkan serangan drone yang menyasar pembangkit listrik utama, fasilitas bahan bakar, dan berbagai infrastruktur sipil lainnya di El-Obeid.

Serangan-serangan tersebut mengakibatkan puluhan warga sipil tewas dan terluka.

Pada 12 Mei lalu, PBB melaporkan sedikitnya 880 warga sipil tewas akibat serangan drone di wilayah Kordofan antara Januari hingga April 2026.

Sejak Oktober tahun lalu, tiga wilayah Kordofan, yakni Kordofan Utara, Kordofan Barat, dan Kordofan Selatan, menjadi medan pertempuran sengit antara militer Sudan dan RSF.

Sudan dilanda perang sejak 2023 setelah pecah perselisihan antara militer dan RSF terkait proses integrasi kelompok paramiliter tersebut ke dalam angkatan bersenjata nasional.

Konflik tersebut telah menewaskan puluhan ribu orang dan memaksa sekitar 13 juta penduduk meninggalkan tempat tinggal mereka, menjadikannya salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia saat ini.

El-Obeid memiliki posisi strategis karena berada di persimpangan jalur yang menghubungkan Khartoum dengan wilayah Darfur di barat serta Sudan bagian selatan, sehingga menjadi pusat logistik penting bagi kedua pihak yang bertikai.

Baca juga:  Kelompok Medis Tuduh RSF Tahan 20 Dokter di Sudan

(Willy Haryono)