Bahrain Aktifkan Sirene Serangan Udara Berskala Nasional, Warga Diminta Berlindung

Sirene serangan udara kembali dibunyikan di Bahrain setelah Iran mengklaim menyerang target di negara Teluk tersebut. (Anadolu Agency)

Bahrain Aktifkan Sirene Serangan Udara Berskala Nasional, Warga Diminta Berlindung

Willy Haryono • 13 July 2026 15:08

Manama: Sirene serangan udara kembali berbunyi di seluruh wilayah Bahrain pada Senin dini hari, 13 Juli 2026, setelah Kementerian Dalam Negeri negara tersebut mengaktifkan alarm nasional dan meminta warga segera mencari tempat perlindungan.

Dalam pernyataannya, kementerian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti seluruh instruksi keselamatan yang dikeluarkan pemerintah.

Sirene peringatan telah diaktifkan. Kami mengimbau warga negara dan penduduk untuk tetap tenang, menuju lokasi aman terdekat, dan mengikuti perkembangan melalui saluran resmi, ujar pernyataan Kementerian Dalam Negeri Bahrain yang dilansir Anadolu Agency.

Tidak lama kemudian, otoritas Bahrain mengumumkan bahwa sirene kembali dibunyikan untuk kedua kalinya dan mengulangi imbauan agar masyarakat tetap berada di tempat yang aman.

Beberapa saat setelah alarm diaktifkan, Iran mengumumkan bahwa pihaknya sedang melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Bahrain.

Hingga kini belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun kerusakan akibat insiden tersebut.

Di kawasan sekitar, sejumlah layanan pelacakan penerbangan dan laporan di media sosial menunjukkan bahwa Yordania diduga menghentikan sementara operasional penerbangan menyusul serangan rudal yang terjadi di kawasan.

Namun hingga berita ini ditulis, otoritas Yordania belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait laporan tersebut.

Ketegangan di Timur Tengah terus meningkat dalam beberapa hari terakhir menyusul aksi saling serang antara Iran dan Amerika Serikat.

Pada Minggu, Teheran menyatakan telah menyerang sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di Kuwait, Bahrain, Qatar, Yordania, dan Oman sebagai balasan atas serangan Washington terhadap target-target di wilayah Iran.

Sementara itu, Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan serangan terbaru Washington bertujuan mengurangi kemampuan Iran dalam mengancam kapal-kapal sipil dan pelayaran komersial di Selat Hormuz.

Dalam pernyataan terpisah, CENTCOM mengatakan pihaknya telah menyelesaikan gelombang baru serangan terhadap Iran yang menyasar puluhan target di berbagai lokasi menggunakan amunisi presisi.

Militer Amerika Serikat menyebut operasi tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan lalu lintas maritim di Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan energi paling penting di dunia.

Baca juga:  Iran Serang Fasilitas Militer AS di Bahrain dan Gempur Sistem Radar Oman

(Willy Haryono)