Truk angkut alat berat (crane) tersangkut jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Kapten Tendean di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Foto: ANTARA/Luthfia Miranda Putri/am.
Bina Marga DKI Jakarta Bahas Pertanggungjawaban Kerusakan JPO Tendean
Fachri Audhia Hafiez • 15 July 2026 18:28
Jakarta: Dinas Bina Marga DKI Jakarta segera berdiskusi dengan perusahaan pemilik truk guna membahas pertanggungjawaban atas robohnya jembatan penyeberangan orang (JPO) di kawasan Tendean, Jakarta Selatan. Fasilitas publik tersebut hancur setelah dihantam truk bermuatan besar.
"Dinas Bina Marga akan berkoordinasi dan berdiskusi dengan pihak perusahaan untuk mencari solusi terbaik, dengan tetap menunggu proses dari instansi terkait sesuai kewenangannya," ujar Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinarwenny, di Jakarta, dilansir Antara, Rabu, 15 Juli 2026.
Wenny menjelaskan pihaknya belum bisa memastikan rencana pembangunan kembali JPO Tendean. Dinas Bina Marga masih menyusun perencanaan teknis dan melakukan kajian mendalam agar konstruksi baru JPO tersebut sesuai dengan ketentuan keselamatan yang berlaku.
Untuk mencegah insiden serupa terulang, Wenny mengimbau seluruh pengemudi kendaraan berdimensi besar dan pengangkut alat berat untuk lebih disiplin dalam berkendara. Para sopir diminta selalu mematuhi batas maksimal tinggi kendaraan serta memperhatikan rambu lalu lintas yang terpasang di jalan raya.
.jpg)
Petugas melakukan proses evakuasi truk bermuatan alat berat yang menabrak jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Kapten Tendean, Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Fauzan.
"Kepatuhan terhadap ketentuan tersebut diharapkan dapat mencegah terulangnya kejadian serupa di kemudian hari," tegas Wenny.