Ilustrasi keran. Foto: Pexels/Sudipta Mondal
Musim Kemarau Ganggu Sanitasi, Ini 5 Penyakit yang Mengancam dan Cara Mencegahnya
Muhamad Marup • 10 July 2026 21:07
Jakarta: Memasuki musim kemarau, masyarakat harus mewaspadai penyakit-penyakit yang berpotensi merebak. Salah satu penyakit 'musiman' di musim kemarau yaitu penyakit yang muncul akibat kualitas sanitasi yang memburuk.
Mengutip halodoc.com, data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa sekitar 827 ribu orang di negara berpenghasilan rendah dan menengah meninggal setiap tahunnya karena air, sanitasi, dan kebersihan yang tidak memadai. Angka ini mewakili sekitar 60 persen dari total kematian akibat diare.
Sanitasi yang buruk diyakini menjadi penyebab utama dalam sekitar 432 ribut kasus kematian ini. Diare tetap menjadi penyebab utama tingginya angka kematian ini, tetapi sebagian besar kasusnya bisa dicegah.
Air yang lebih baik, sanitasi, dan kebersihan dapat menekan angka kematian 297 ribu anak berusia di bawah 5 tahun setiap tahunnya.
Penyakit Akibat Sanitasi yang Kurang Baik
Sanitasi yang buruk memicu terjadinya banyak penyakit yang mudah menyerang tubuh. Sayangnya, kondisi ini masih cenderung diabaikan oleh masyarakat, terlebih pada golongan menengah ke bawah yang tinggal di lingkungan padat penduduk.Berikut daftar penyakit yang rentan terjadi pada wilayah dengan sanitasi yang kurang baik:
1. Diare
Diare adalah sebuah kondisi ketika pengidapnya buang air besar (BAB) lebih sering dari biasanya.
Ilustrasi. Foto: Freepik.com.
Kondisi ini bisa menyebabkan seseorang BAB sebanyak tiga kali atau lebih dalam satu hari. Selain itu, feses yang keluar juga lebih encer.2. Kolera
Kolera menjadi penyakit lainnya yang ditularkan melalui media air yang telah terkontaminasi oleh bakteri. Penyakit ini telah menjadi epidemi di banyak negara berkembang, terutama di Asia dan Afrika. Kolera bisa mengakibatkan seseorang mengalami diare parah dan berbahaya bagi orang-orang yang mengalami kekurangan gizi.3. Infeksi Pernapasan Akut
Menunjukkan angka kematian sebesar 4,2 juta setiap tahunnya dengan 1,6 juta adalah anak di bawah usia 5 tahun, infeksi pernapasan akut turut menyumbang tingginya akngka kematian di negara berkembang.Meskipun sanitasi tidak terkait langsung dengan infeksi pernapasan akut, studi yang dipublikasikan dalam PLOS Medicine mengemukakan bahwa infeksi saluran pernapasan akut bagian bawah yang dialami oleh anak-anak di Ghana yang mengalami malnutrisi disebabkan karena diare. Jadi, sanitasi bisa menjadi intervensi yang cukup kuat terhadap infeksi pernapasan akut.
4. Skistosomasis
Masalah kesehatan satu ini terbilang sebagai penyakit karena infeksi parasit yang mematikan di dunia. Skistosomasis terjadi karena jenis cacing pipih tertentu yang masuk dan menembus kulit manusia yang ditularkan melalui feses manusia yang telah terkontaminasi.Berdasarkan laman National Academy of Sciences, gejala skistosomasis meliputi ruam gatal, demam, menggigil, dan nyeri. Efek yang lebih serius termasuk kerusakan pada organ kandung kemih, hati, dan ginjal, gangguan pada sistem saraf, dan terhambatnya perkembangan kognitif pada anak.
5. Demam Tifoid
Demam tifoid menjadi salah satu jenis infeksi karena Salmonella typhi yang cukup membahayakan. Infeksi penyakit ini terjadi melalui makanan atau air yang terkontaminasi dan terkadang kontak langsung dengan seseorang yang sudah terinfeksi. Meski bisa ditangani dengan pemberian antibiotik, tanpa adanya sanitasi yang baik, penularan tetap bisa terjadi kembali.Cara Menjaga Sanitasi
Pentingnya sanitasi lingkungan tidak dapat diremehkan, mengingat dampaknya yang luas terhadap kehidupan. Praktik sanitasi yang baik adalah investasi jangka panjang untuk kesehatan dan keberlanjutan. Sanitasi lingkungan bukanlah konsep yang rumit, melainkan serangkaian tindakan praktis yang bisa diterapkan setiap hari. Partisipasi aktif dari setiap individu sangat dibutuhkan.Berikut adalah contoh penerapan sederhana sanitasi lingkungan yang dapat dilakukan:
- Selalu membuang sampah pada tempatnya yang sudah disediakan.
- Menggunakan jamban keluarga yang bersih dan terawat dengan baik.
- Rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah beraktivitas.
- Membersihkan kamar mandi dan area basah lainnya secara rutin untuk mencegah pertumbuhan kuman.
- Menjaga kebersihan drainase dan saluran air di sekitar rumah agar tidak tersumbat.
- Memastikan air yang dikonsumsi aman dan higienis.