Kericuhan terjadi saat pemakaman korban Ebola di Kongo setelah massa memaksa peti mati dibuka. (Anadolu Agency)
Empat Relawan Terluka Parah dalam Kericuhan di Pemakaman Korban Ebola
Willy Haryono • 3 June 2026 12:43
Bunia: Kericuhan besar terjadi saat prosesi pemakaman korban Ebola di wilayah timur Republik Demokratik Kongo pada Senin, 1 Juni 2026, menyebabkan empat relawan Palang Merah terluka parah.
Media lokal UN Radio Okapi melaporkan kerusuhan terjadi di pemakaman Nyamurongo, Kota Bunia, ibu kota Provinsi Ituri.
Menurut laporan tersebut, kericuhan dipicu oleh sekelompok pemuda yang memaksa petugas membuka peti mati korban Ebola untuk memastikan jenazah benar-benar berada di dalamnya.
Dikutip dari Anadolu, Rabu, 3 Juni 2026, permintaan tersebut melanggar prosedur pemakaman aman bagi korban penyakit menular yang diterapkan otoritas kesehatan. Sejumlah saksi mata mengatakan beberapa rekan korban dan pemuda setempat menuntut peti dibuka sebelum prosesi penguburan dilakukan.
Situasi kemudian berubah menjadi aksi kekerasan setelah para petugas Palang Merah menolak permintaan tersebut demi mencegah risiko penularan.
Laporan media lokal menyebut massa menyerang para sukarelawan yang saat itu berusaha menjelaskan prosedur pencegahan Ebola kepada para pelayat. Aparat keamanan akhirnya turun tangan untuk membubarkan kericuhan dan mengendalikan situasi.
Otoritas kesehatan setempat mengatakan penolakan masyarakat, rumor, dan disinformasi menjadi tantangan besar dalam upaya penanganan wabah Ebola di wilayah Bunia dan Nizi.
Menurut laporan lokal, kericuhan dipicu oleh video viral di media sosial yang mengklaim peti mati yang dibawa tim medis dalam keadaan kosong.
Anggota Parlemen Ituri Jean-Pierre Bikilisende mengecam insiden tersebut dan menyebut tindakan itu membahayakan kesehatan masyarakat.
Wabah Ebola terbaru di Republik Demokratik Kongo resmi diumumkan pada 15 Mei 2026 dan hingga kini masih menyebar di tiga provinsi, yakni Ituri, Kivu Utara, dan Kivu Selatan.
Data terbaru Kementerian Kesehatan Kongo menunjukkan jumlah kasus terkonfirmasi Ebola telah melampaui 300 kasus dengan total korban meninggal mencapai 48 orang. (Kelvin Yurcel)
Baca juga: Warga Kenya Demo Tolak Lanud Jadi Pusat Karantina Ebola