IRGC Klaim Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Pulau Qeshm Diserang

Rudal dari Garda Revolusi Iran (IRGC) yang dilesakan ke pangkalan militer AS. Foto: Press TV

IRGC Klaim Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Pulau Qeshm Diserang

Muhammad Reyhansyah • 3 June 2026 12:10

Teheran: Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan bahwa serangan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Kuwait dilancarkan setelah Washington melakukan serangan di sekitar Selat Hormuz dan Pulau Qeshm di wilayah selatan Iran.

Dalam pernyataannya, Selasa, 2 Juni 2026, IRGC mengatakan sebuah kapal tanker minyak Iran di dekat Selat Hormuz terkena proyektil udara pada Selasa malam yang menyebabkan kerusakan pada bagian mesin kapal.

Mengutip Anadolu, IRGC juga mengklaim bahwa pasukan AS kemudian menyerang sebuah menara komunikasi milik Garda Revolusi di wilayah selatan Pulau Qeshm.

Menurut pernyataan tersebut, Pasukan Dirgantara IRGC selanjutnya melancarkan serangan rudal dan drone terhadap sejumlah posisi militer AS di kawasan, termasuk fasilitas yang terkait dengan Armada Kelima AS.

IRGC memperingatkan bahwa setiap serangan lanjutan terhadap Iran akan dibalas dengan respons yang “tegas”.

Kelompok tersebut juga menegaskan bahwa pihak-pihak yang terlibat dalam tindakan militer terhadap Iran akan menghadapi konsekuensi.

Pernyataan itu muncul tidak lama setelah penyiar negara Iran, Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB), melaporkan beberapa ledakan di sekitar wilayah Suza dan Masen di Pulau Qeshm.

Ketegangan di kawasan meningkat sejak akhir Februari setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara terhadap Iran.

Menurut laporan tersebut, lebih dari 3.000 orang tewas dalam serangan tersebut, termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ayatollah Ali Khamenei, serta sejumlah komandan militer senior dan pejabat pemerintah.

Gencatan senjata yang dimediasi Pakistan mulai berlaku pada 8 April. Namun, upaya untuk mencapai kesepakatan yang lebih luas hingga kini belum membuahkan hasil.

(Fajar Nugraha)