Tembakan rudal Iran yang diarahkan ke Israel. Foto: Anadolu
Kedutaan AS Tutup Layanan di Israel Pascaserangan Rudal Iran
Muhammad Reyhansyah • 8 June 2026 18:34
Tel Aviv: Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Yerusalem mengumumkan penutupan layanan konsuler di Yerusalem dan Tel Aviv pada Senin, 8 Juni 2026 setelah serangan rudal Iran ke Israel.
Dalam peringatan keamanan yang dipublikasikan melalui platform media sosial X, kedutaan menyatakan seluruh pegawai pemerintah AS beserta anggota keluarga mereka telah diperintahkan untuk tetap berada di lokasi perlindungan hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Melansir Anadolu, Senin, 8 Juni 2026, kedutaan tersebut juga meminta para staf untuk bersiap berpindah ke tempat perlindungan jika sirene peringatan “red alert” dibunyikan, mengacu pada situasi keamanan terkini dan peringatan yang dikeluarkan Komando Front Dalam Negeri Israel di sejumlah wilayah.
Menurut pernyataan tersebut, layanan konsuler di Kedutaan Besar AS di Yerusalem maupun kantor cabang kedutaan di Tel Aviv tidak akan beroperasi pada Senin.
Trump Desak Iran Kembali ke Meja Perundingan
Perkembangan itu terjadi sehari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak Iran untuk kembali melanjutkan perundingan menyusul serangan rudal yang dilancarkan ke Israel.Berbicara kepada Fox News, Trump mengatakan kesepakatan dengan Teheran masih dapat dicapai dalam beberapa hari ke depan.
“Anda sudah menembakkan rudal Anda, itu sudah cukup. Kembali ke meja perundingan dan buat kesepakatan,” kata Trump merujuk kepada Iran.
Ia menambahkan bahwa kesepakatan tersebut dapat ditandatangani pada “Senin, Selasa, atau Rabu pekan ini”.
Iran meluncurkan beberapa gelombang rudal ke wilayah utara Israel pada Minggu malam setelah serangan udara Israel ke pinggiran selatan Beirut. Tel Aviv mengklaim serangan tersebut menargetkan pusat komando dan perencanaan milik Hizbullah.
Serangan Israel itu dilaporkan menewaskan dua orang dan melukai 11 lainnya berdasarkan data sementara. Serangan rudal Iran menjadi yang pertama sejak gencatan senjata rapuh yang tercapai pada awal April.
Gencatan senjata sementara diberlakukan pada 8 April, namun proses negosiasi kemudian mengalami kebuntuan akibat perbedaan pandangan mengenai implementasi kesepakatan dan perkembangan situasi regional setelahnya.