4.303 Hewan Ternak di Cianjur Dipastikan Bebas Penyakit

Petugas dari Dinas Peternakan Kesehatan Hewan dan Perikanan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menggencarkan pemeriksaan hewan ternak di seluruh wilayah mulai dari utara hingga selatan guna memastikan bebas dari penyakit sebelum disembelih. ANTARA/Ahmad Fikri

4.303 Hewan Ternak di Cianjur Dipastikan Bebas Penyakit

Lukman Diah Sari • 21 May 2026 18:34

Cianjur: Dinas Peternakan Kesehatan Hewan dan Perikanan (DPKHP) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, memastikan 4.303 ekor hewan ternak di peternakan dan kelompok peternak bebas dari penyakit. DPKHP Kabupaten Cianjur terus menggencarkan program vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) terhadap hewan yang akan disembelih pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

"Pemeriksaan dan pemberian vaksinasi pada hewan kurban di setiap bandar atau pedagang untuk memastikan hewan kurban terutama sapi terbebas dari PMK dan penyakit hewan lainnya," kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veterniner DPKHP Kabupaten Cianjur Ade Dadang Kusmayadi di Cianjur, Kamis, 21 Mei 2026, melansir Antara.


Ilustrasi-Pengecekan hewan menjelang Idul Adha 2026 di Perumda Dharma Jaya, Jakarta Timur, Kamis (21/5/2026). ANTARA/Siti Nurhaliza

Dia menerangkan pengawasan dan pemeriksaan hewan kurban rutin dilakukan hingga akhir  Mei atau setelah penyembelihan. Pihaknya akan melakukan pemeriksaan daging dan jeroan hewan setelah disembelih, untuk dinyatakan layak konsumsi.

"Kami juga melakukan pemeriksaan terhadap tambahan stok hewan kurban yang baru masuk, dimana sebagian besar dalam kondisi sehat namun ada yang letih setelah dikirim dari luar Cianjur, sehingga diminta dilakukan karantina terpisah," ujar dia.

Pengawasan terhadap ternak dilakukan sejak awal April melalui pemeriksaan intensif yang melibatkan petugas Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) di sejumlah wilayah mulai dari utara hingga selatan Cianjur ke peternakan atau kelompok peternak.

“Petugas kesehatan rutin melakukan pemeriksaan terhadap hewan ternak milik perusahaan atau kelompok peternak sejak awal bulan lalu, dan digencarkan sejak satu pekan terakhir hingga akhir bulan Mei termasuk memberikan vaksin ketika dibutuhkan," jelas dia.

Hingga saat ini, pihaknya belum menemukan adanya hewan ternak yang terpapar penyakit, sehingga pengawasan difokuskan pada ternak yang didatangkan dari luar daerah seperti Lampung dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Berbagai langkah antisipasi dilakukan agar kasus wabah PMK yang sempat terjadi pada tahun 2022 tidak terulang, termasuk di Cianjur.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)