Antraks Jadi Ancaman Utama Hewan Kurban

Jajaran Dirreskrimsus Polda Metro Jaya bersama Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta melakukan pengecekan hewan menjelang Idul Adha 2026 di Perumda Dharma Jaya, Jakarta Timur, Kamis (21/5/2026). ANTARA/Siti Nurhaliza

Antraks Jadi Ancaman Utama Hewan Kurban

Achmad Zulfikar Fazli • 21 May 2026 17:25

Jakarta: Penyakit antraks menjadi salah satu ancaman utama yang perlu diwaspadai pada hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 2026. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman penyakit tersebut.

"Antraks menjadi perhatian utama karena bersifat zoonosis atau bisa menular kepada manusia," kata Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan A. Sidabalok, dalam pengecekan hewan menjelang Iduladha 2026 di Perumda Dharma Jaya, Jakarta Timur, dilansir dari Antara, Kamis, 21 Mei 2026.

Untuk mencegah masuknya hewan terindikasi penyakit antraks, Pemprov DKI mewajibkan seluruh ternak yang dikirim dari luar daerah memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) serta Sertifikat Veteriner resmi. Dokumen tersebut menjadi syarat utama sebelum hewan dapat dipasarkan di Jakarta.

Pemeriksaan dilakukan secara ketat melalui sistem iSIKHNAS yang memungkinkan pemerintah memantau lalu lintas ternak dari berbagai daerah. Menurut Hasudungan, pengawasan tidak hanya dilakukan pada dokumen administrasi, tetapi pemeriksaan fisik hewan secara langsung oleh tim dokter hewan dan paramedis.

"Kalau ada yang dicurigai sakit, kami lakukan pemeriksaan laboratorium di fasilitas milik Pemprov DKI Jakarta," ujar Hasudungan.

Dia memastikan seluruh hewan kurban yang masuk ke Jakarta diwajibkan telah divaksinasi, khususnya terhadap penyakit mulut dan kuku (PMK) serta antraks. Program vaksinasi tersebut merupakan bagian dari kebijakan nasional yang dilaksanakan di sentra-sentra peternakan.

Pemprov DKI juga melakukan verifikasi keaslian dokumen kesehatan hewan untuk mencegah adanya pemalsuan SKKH maupun sertifikat veteriner.

"Kami melakukan klarifikasi apakah dokumen tersebut benar atau palsu, lalu dicocokkan dengan kondisi klinis hewan di lapangan," ucap Hasudungan.

Baca Juga: 

Jangan Terkecoh Ukuran, Simak Tips Pakar Memilih Hewan Kurban

Edukasi Penyembelihan Hewan Kurban


Ilustrasi hewan kurban. Pexels

Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat dan pelaku usaha terkait tata cara penyembelihan serta penanganan daging kurban yang higienis menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Menurut Hasudungan, berbagai langkah persiapan telah dilakukan untuk memastikan pelaksanaan kurban di Jakarta berjalan aman, sehat, dan sesuai syariat Islam.

Salah satu fokus utama yang dilakukan, yakni memberikan pelatihan dan sosialisasi kepada para pelaku usaha hewan kurban, pengurus tempat pemotongan, hingga masyarakat umum.

Materi yang diberikan meliputi pelatihan kompetensi juru sembelih halal, prosedur pemasukan hewan kurban, tata cara memilih hewan kurban yang sehat, hingga persyaratan tempat penjualan dan lokasi pemotongan hewan. Edukasi tersebut penting agar proses penyembelihan hewan kurban tidak hanya memenuhi ketentuan agama, tetapi juga memenuhi standar kesehatan dan kebersihan pangan.

Selain memberikan pemahaman mengenai penyembelihan sesuai syariat, petugas mengedukasi masyarakat terkait penanganan daging kurban yang baik dan higienis.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)