Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta Uus Kuswanto. Foto: Metrotvnews.com/Richard Alkhalik.
Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,59%, UMKM Dinilai Jadi Pilar Utama
Richard Alkhalik • 21 May 2026 21:15
Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengapresiasi jejaring toko kelontong yang tergabung dalam Sampoerna Retail Community (SRC). Ketahanan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di akar rumput dinilai menjadi kunci di balik kokohnya ekonomi Ibu Kota.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta Uus Kuswanto yang hadir mewakili Wakil Gubernur DKI Jakarta dalam acara HUT ke-18 SRC, mengatakan UMKM merupakan penyokong utama perekonomian yang tidak goyah kala dihempas krisis maupun gejolak geopolitik global.
"Di tengah geopolitik yang terjadi, perkembangan Indonesia pada triwulan I-2026 masih tumbuh 5,61 persen. Jakarta terbesar, Pak. Melampaui dari pertumbuhan ekonomi nasional, kebanggaan. Ini salah satunya adalah berkat jasa dari Bapak-Ibu yang hadir pada kesempatan baik ini," kata Uus, dalam perayaan HUT ke-18 SRC, di Kawasan Hotel Borobudur Jakarta, Kamis, 21 Mei 2026.
Uus memaparkan, perekonomian Jakarta secara mandiri juga mampu mencatatkan pertumbuhan di angka 5,59 persen. Ia menegaskan capaian tersebut merepresentasikan daya tahan kota yang ditopang oleh aktivitas perdagangan, termasuk seperti ritel tradisional.

Ilustrasi toko kelontong SRC. Foto: dok SRC.
Dukungan literasi bisnis dan teknologi
Dia berharap sinergi antara korporasi besar seperti PT HM Sampoerna Tbk dengan pelaku UMKM dapat terus terjalin. Melalui program pembinaan berkelanjutan, ia meyakini 12 ribu toko SRC yang tersebar di Jakarta mampu bertransformasi menjadi ritel modern yang adaptif, berdaya saing dan naik kelas.
Direktur PT HM Sampoerna Tbk Yohan Lesmana Tjhin dalam acara yang sama mengatakan SRC yang bermula dari sebuah inisiatif kecil untuk UMKM di Sumatra Utara, kini akhirnya menjadi gerakan pendampingan UMKM berskala nasional.
"SRC berawal dari pembinaan 57 toko kelontong dan kini telah tumbuh menjadi sebuah gerakan retail tradisional berskala nasional dengan lebih dari 250 ribu toko yang didukung lebih dari 6.300 mitra dan terhubung melalui lebih dari 10 ribu pagguyuban SRC di seluruh Indonesia," urai Yohan.
Menurut dia, pertumbuhan tersebut bisa terwujud karena adanya pendampingan komprehensif, mulai dari literasi manajemen bisnis hingga adopsi teknologi dalam sistem penjualan.