GSF Sebut Israel Sengaja Targetkan Jurnalis untuk Batasi Arus Informasi dari Gaza

Koordinator Global Peace Convoy, Maimon Herawati, saat berbicara kepada awak media di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu, 24 Mei 2026. (Metrotvnews.com)

GSF Sebut Israel Sengaja Targetkan Jurnalis untuk Batasi Arus Informasi dari Gaza

Dimas Chairullah • 24 May 2026 19:55

Jakarta: Koordinator Global Peace Convoy Maimon Herawati menuding militer Israel secara sistematis menargetkan jurnalis untuk membatasi arus informasi dari Jalur Gaza.

Pernyataan itu disampaikan Maimon saat menyambut kepulangan sembilan relawan WNI Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu, 24 Mei 2026.

Menurut Maimon, misi Global Sumud tidak hanya diikuti aktivis kemanusiaan, tetapi juga ratusan jurnalis dari berbagai negara.

Ia mengatakan banyak wartawan menjadi korban dalam konflik Gaza.

“Karena mereka ingin membungkam Gaza, teman-teman semua adalah wartawan. Kolega kita dibunuh 284 orang karena mereka adalah wartawan di Gaza,” ujar Maimon, yang juga termasuk dalam Steering Committee GSF.

Soroti Perlakuan terhadap Jurnalis

Maimon juga menyinggung dugaan kekerasan yang dialami sejumlah relawan selama penahanan oleh Israel, termasuk relawan WNI Heru yang berprofesi sebagai jurnalis.

Menurutnya, status sebagai wartawan maupun warga negara asing tidak membuat para relawan terhindar dari intimidasi fisik dan mental.

Ia menilai perlakuan tersebut bertolak belakang dengan citra yang selama ini ditampilkan Israel di ruang publik internasional. Karena itu, Maimon mengajak insan pers di Indonesia maupun dunia untuk terus memberitakan situasi di Gaza.

“Mari terus gaungkan Gaza di dalam media masing-masing,” katanya.

Sebelumnya, sejumlah relawan Global Sumud dari berbagai negara mengaku mengalami kekerasan dan perlakuan tidak manusiawi setelah armada bantuan Gaza dicegat Israel di perairan internasional.

Pemerintah Israel sendiri telah membantah berbagai tuduhan penyiksaan terhadap para aktivis tersebut.

Baca juga:  GSF Siapkan Gugatan Hukum terhadap Israel usai Pembebasan Ratusan Relawan

(Willy Haryono)