Spesifikasi Rafale F4, Jet Tempur Prancis Milik TNI AU

Dassault Rafale. (Dok. Dassault Rafale)

Spesifikasi Rafale F4, Jet Tempur Prancis Milik TNI AU

Riza Aslam Khaeron • 19 May 2026 18:30

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyerahkan alat utama sistem persenjataan (alutsista) strategis kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI) guna memperkuat postur pertahanan udara Indonesia secara komprehensif.

Alutsista yang diserahkan pada Senin, 18 Mei 2026, di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta tersebut meliputi enam unit pesawat MRCA Rafale, empat pesawat Falcon 8X, satu pesawat Airbus A400M MRTT, satu rudal Meteor, enam senjata pintar (smart weapon) Hammer, serta satu unit radar GCI GM403.
 
Sebagai salah satu alutsista mutakhir yang diserahkan, jet tempur Dassault Rafale menarik perhatian tersendiri. Mengutip informasi dari Wikipedia, Dassault Rafale merupakan jet tempur multiperan (multirole) asal Prancis yang dirancang dan diproduksi oleh Dassault Aviation.

Berdasarkan data dari laman resmi Dassault Aviation, Rafale pertama kali mulai dioperasikan oleh Angkatan Navy Prancis pada tahun 2004 dan menyusul di Angkatan Udara Prancis pada tahun 2006. Ketangguhan jet tempur ini juga telah teruji dalam berbagai medan pertempuran nyata (combat proven) sejak tahun 2007.

Indonesia sendiri pada bulan Juli 2025 telah memesan setidaknya 42 jet tempur Rafale F4 untuk memperkuat pertahanan negara.

Berikut adalah rincian spesifikasi Dassault Rafale F4 berdasarkan informasi resmi yang dirilis oleh produsen:

Spesifikasi Teknis Rafale F4


Jet Tempur Rafale milik angkatan udara Prancis. (Dassault Aviation)
 
Aspek Spesifikasi
Mesin 2 mesin jet
Bentuk sayap Delta-canard
Rentang sayap 10,90 meter
Panjang 15,30 meter
Tinggi 5,30 meter
Bobot kosong Kelas 10 ton
Berat lepas landas maksimum 24,5 ton
Bahan bakar internal 4,7 ton
Bahan bakar eksternal Hingga 6,7 ton
Beban eksternal 9,5 ton
Titik gantung senjata 14 titik
Heavy-wet station 5 titik
Daya dorong maksimum 2 × 7,5 ton
Kecepatan maksimum Mach 1,8 / 750 knot
Batas manuver -3,2 g sampai +9 g
Kecepatan pendekatan Kurang dari 120 knot
Jarak pendaratan 450 meter tanpa parasut penghambat (drag-chute)
Ketinggian operasi 50.000 kaki (15.240 meter)

Spesifikasi dimensi, bobot, daya angkut, performa, dan titik gantung senjata di atas mengacu sepenuhnya pada data resmi yang dikeluarkan oleh Dassault Aviation.

Sensor dan Avionik


Sensor RBE2 di rafale. (Deagel.com)

Untuk mendukung kesadaran situasional di udara, Rafale menggunakan radar RBE2/AESA (Active Electronically Scanned Array). Radar ini merupakan pilar penting dalam mendukung peran multirole Rafale. Jangkauan deteksi radar RBE2/AESA ini sepenuhnya kompatibel dengan rudal udara-ke-udara jarak jauh METEOR yang memungkinkan penargetan presisi dari jarak melampaui 100 km menggunakan rudal tersebut.

Sistem ini juga memberikan fleksibilitas tinggi bagi Rafale untuk melacak ancaman udara secara simultan, serta mendeteksi kendaraan darat maupun kapal permukaan dalam kondisi cuaca yang sulit, termasuk di malam hari, di balik awan, hingga di lingkungan pertempuran yang sengit (contested environments).

Hingga saat ini, sistem radar canggih ini telah membukukan lebih dari 150.000 jam terbang dan telah digunakan oleh delapan negara di dunia.

Selain radar canggih tersebut, Rafale dilengkapi dengan teknologi Front Sector Optronics (FSO) untuk keperluan deteksi, identifikasi, serta pelacakan target secara pasif dari jarak jauh tanpa memancarkan sinyal radar yang bisa melacak balik posisi pesawat. Keamanan pesawat ini kian diperkuat dengan adanya sistem peperangan elektronik internal terintegrasi yang dinamakan SPECTRA.
 
Baca Juga:
Data Fakta Pesawat Tempur Rafale yang Dibeli Indonesia
 

Persenjataan


Persenjataan Rafale. (Dok. Dassault Aviation)

Sebagai jet tempur modern, Dassault merancang Rafale agar dapat mengoperasikan berbagai jenis senjata mutakhir secara fleksibel, antara lain:
  • Rudal udara-ke-udara jarak jauh METEOR
  • Rudal MICA untuk pertempuran udara jarak dekat (WVR) maupun di luar jangkauan visual (BVR)
  • Senjata presisi udara-ke-darat HAMMER/AASM
  • Rudal jelajah taktis SCALP
  • Rudal antikapal AM39 Exocet
  • Bom berpemandu laser (laser-guided bombs)
  • Bom konvensional
  • Meriam internal Nexter 30M791 kaliber 30 mm dengan laju tembakan mencapai 2.500 peluru per menit
Kemampuan luar biasa untuk membawa beban eksternal hingga lebih dari 9 ton serta kesiapan menjalankan misi udara-ke-udara dan udara-ke-darat sekaligus dalam satu sortie yang sama menjadi dasar utama mengapa Rafale dikategorikan sebagai pesawat tempur omnirole.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Muhamad Marup)