Wisatawan memandangi kawah Gunung Kelimutu dari zona aman pagar pengaman di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo
Meski Suhu Turun, Wisatawan Diminta Jauhi Areal Kawah Gunung Kelimutu
Achmad Zulfikar Fazli • 5 July 2026 23:32
Jakarta: Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta wisatawan menjauhi areal kawah di Gunung Kelimutu, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, meski terjadi penurunan suhu air danau pada kawah II atau dikenal dengan Tiwu Ko'ofai Nuwamuri. Berdasarkan hasil pengukuran terbaru, suhu air di kawah turun dari 35 derajat Celsius menjadi 33,2 derajat Celsius.
Pelaksana tugas Kepala Badan Geologi Lana Saria menjelaskan penurunan suhu tersebut diperoleh dari hasil pengukuran lapangan dan pengamatan tim Badan yang dilakukan tim teknis Badan Geologi pada 4 Juli 2026, setelah dibandingkan dengan data pengukuran sebelumnya pada 30 Juni 2026.
Meskipun terjadi penurunan suhu air, Badan Geologi mencatat warna air danau pada Kawah II terpantau tidak mengalami perubahan dan tetap mempertahankan warna hijau muda yang konsisten sejak pertengahan Juni 2026.
Lana Saria mengonfirmasi tren penurunan suhu air di Kawah II ini tidak diikuti perubahan yang signifikan pada aktivitas kegempaan maupun tinggi asap di atas permukaan air danau kawah tersebut.
Berdasarkan laporan pengamatan visual berkala, air di Danau Kawah I tercatat berwarna hijau tosca, air Danau Kawah II berwarna hijau muda, sedangkan air Danau Kawah III menunjukkan warna hijau tua.
Tingkat aktivitas vulkanik dari gunung api yang terkenal dengan keindahan tiga warna danau kawahnya tersebut masih dipatok pada Level I dengan status Normal.

Wisatawan memandangi kawah Gunung Kelimutu dari zona aman pagar pengaman di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo
Mengingat Gunung Kelimutu merupakan salah satu destinasi gunung api wisata dengan jumlah kunjungan wisatawan yang cukup tinggi, Badan Geologi mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting demi menjaga keselamatan publik.
Masyarakat di sekitar Gunung Kelimutu maupun pengunjung dan wisatawan diimbau untuk tidak mendekati area tepi kawah, terutama pada objek Kawah II, guna meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi letusan freatik yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Badan Geologi juga meminta pemerintah daerah setempat bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk terus meningkatkan koordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api Kelimutu di Kampung Kolorongo, Desa Waturaka, Kabupaten Ende, maupun Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).