Cianjur Siaga Darurat Bencana Kekeringan dan Karhutla Hingga September

Ilustasi musim kemarau. Foto: MI/Amirudin.

Cianjur Siaga Darurat Bencana Kekeringan dan Karhutla Hingga September

Silvana Febiari • 6 July 2026 19:35

Cianjur: Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan hingga September. Seluruh kecamatan diminta melakukan mitigasi dan meningkatkan kesiapsiagaan, terutama di wilayah yang berpotensi terdampak kekeringan.

Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian mengatakan hal tersebut berdasarkan Keputusan Gubernur Jabar Nomor 360/Kep.307-BPBD/2026 yang diperkuat melalui Surat Edaran Khusus. Pihaknya menindaklanjuti status siaga darurat tersebut secara serius sejak 6 Juli hingga September 2026.

"Kami instruksikan agar dilakukan pendataan sumur resapan, kolam retensi, sumur bor, menyiapkan jalur evakuasi dan lokasi pengungsian yang aman ketika terjadi kondisi darurat, serta meningkatkan edukasi dan sistem peringatan dini pada masyarakat," katanya, dilansir dari Antara, Senin, 6 Juli 2026. 


Para camat se-Kabupaten Cianjur diinstruksikan untuk mengidentifikasi wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan ekstrem serta kebakaran hutan dan lahan. Mereka juga diminta memetakan kebutuhan dan ketersediaan sumber daya di tingkat desa serta mengoptimalkan tempat penampungan air.

Sejumlah langkah mitigasi telah dilakukan untuk menghadapi potensi bencana tersebut. Di antaranya pemetaan wilayah rawan kekeringan, koordinasi lintas perangkat daerah, peningkatan kesiapsiagaan BPBD Cianjur, serta sosialisasi penghematan penggunaan air dan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan.


Bupati Kabupaten Cianjur, Jawa Barat Mohammad Wahyu Ferdian. ANTARA/Ahmad Fikri.


Selain itu, masyarakat diimbau bijak dalam menggunakan air, menjaga sumber air yang ada, dan tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah secara sembarangan. Masyarakat harus segera melapor ketika mendapati titik api atau kondisi kekeringan yang membutuhkan penanganan.

Untuk kondisi kedaruratan, masyarakat dapat menghubungi Pusdalops BPBD Cianjur melalui Call Center 112. Tujuannya untuk mendapatkan pelayanan langsung dari petugas gabungan yang disiagakan, seperti BPBD Cianjur, Dankar Cianjur, Retana, PMI Cianjur, dan organisasi lainnya.

"Masyarakat dapat menghubungi call center 112 ketika membutuhkan bantuan mulai dari air bersih hingga penanganan kebakaran lahan dan hutan yang akan direspons cepat petugas gabungan," ucapnya.

Bahkan, untuk mengantisipasi dan penanganan cepat wilayah terdampak kekeringan yang membutuhkan pasokan air bersih, pihaknya telah meminta Perumdam Cianjur dan dinas terkait untuk melakukan pendistribusian dengan truk tangki.

"Kami juga meminta seluruh camat memberikan laporan setiap hari terkait situasi selama status siaga darurat bencana kekeringan diberlakukan, sehingga berbagai upaya penanganan dan antisipasi dapat dilakukan cepat," ujarnya.

(Silvana Febiari)