Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. ANTARA/Ahmad Fikri.
Warga Cianjur Diminta Waspada Hujan Lebat Pemicu Bencana
Silvana Febiari • 24 June 2026 11:04
Cianjur: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, meminta warga untuk tetap mewaspadai potensi curah hujan tinggi yang dapat memicu terjadinya bencana alam.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Cianjur Samudra Wira Purnama mengatakan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan potensi hujan sedang hingga lebat diperkirakan masih terjadi di Cianjur selama beberapa hari ke depan.
"Informasi peringatan dini cuaca dari BMKG potensi hujan melanda sebagian besar wilayah Cianjur pada 23-24 Juni dengan intensitas sedang hingga lebat, sehingga berpotensi memicu terjadinya bencana alam," katanya, dilansir dari Antara, Rabu, 24 Juni 2026.
Oleh karena itu, hal tersebut harus diwaspadai masyarakat yang tinggal di bantaran sungai serta perkampungan dekat tebing dan perbukitan. Mereka diminta segera mengungsi ketika melihat tanda alam akan terjadi bencana, terutama ketika hujan turun pada malam hari.
Pihaknya mendata wilayah yang berpotensi terjadi bencana alam akibat hujan deras di wilayah selatan seperti Kecamatan Kadupandak, Sukanagara, Cidaun, Pagelaran hingga Cijati. Sementara di wilayah timur meliputi Karang Tengah, Mande, Cilaku, dan Bojongpicung.
Pihaknya melalui aparat desa dan kecamatan, serta relawan telah meminta masyarakat di seluruh wilayah Cianjur tetap meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan ketika menghadapi perubahan cuaca dari hujan ke kemarau.

Ilustrasi Medcom.id
Berdasarkan informasi dari BMKG sebagian wilayah di Indonesia termasuk Cianjur saat ini tengah memasuki kemarau basah. Potensi hujan turun masih akan terjadi dengan intensitas sedang hingga lebat.
Untuk puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Agustus sampai September. Masyarakat diminta melakukan berbagai upaya melakukan antisipasi dampak kekeringan dan kesulitan mendapatkan air bersih dengan membangun embung dan menyiapkan bak penampungan.
"Kami meminta masyarakat terutama di wilayah kekeringan mulai dari utara hingga selatan, melakukan berbagai upaya antisipasi termasuk menyiapkan bak penampungan di pinggir jalan guna memudahkan pendistribusian air," ujarnya.
Sedangkan antisipasi dan pemetaan wilayah rawan kekeringan telah dilakukan, termasuk berkoordinasi dengan dinas terkait dan Perumdam Cianjur. BPBD juga menyiagakan truk tangki guna mendistribusikan air bersih ke wilayah terdampak.