Debit Air Sejumlah Irigasi di Cianjur Mulai Menyusut

Debit air di Daerah Irigasi Cireundeu di Kecamatan Tanggeung Kabupaten Cianjur terpantau mulai menyusut. (MI/BB)

Debit Air Sejumlah Irigasi di Cianjur Mulai Menyusut

Benny Bastiandi • 11 June 2026 16:56

Cianjur: Debit air di sejumlah daerah irigasi di wilayah selatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mulai mengalami penyusutan. Kondisi itu dipicu menurunnya intensitas curah hujan sejak beberapa pekan terakhir.

"Di wilayah (UPTD Pelayanan Infrastruktur Irigasi) Sukanagara dan Pagelaran, memang sudah terjadi penurunan debit (air) di beberapa daerah irigasi," kata Kepala UPTD Pelayanan Infrastruktur Irigasi Wilayah V Sukanagara, MM Kurniawan, Kamis, 11 Juni 2026. 

Kurniawan mengaku, sudah memantau langsung perkembangan debit air. Dia menerangkan, di lingkup UPTD Pelayanan Infrastruktur Irigasi Wilayah Pagelaran misalnya, debit air yang terpantau menyusut salah satunya di daerah irigasi Cireundeu di Kecamatan Tanggeung dan di daerah irigasi Cilumut Pasirkerud.

"Sudah kami cek lapangan. Di tengah potensi kemarau, kami intensifkan monitoring lapangan untuk memastikan pasokan air tak terganggu," tutur dia.

Melihat kondisi di lapangan, Kurniawan memastikan debit air yang ada saat ini diperkirakan masih mencukupi memasok ke lahan-lahan pertanian hingga selesainya musim tanam (MT) II. Bahkan, ada beberapa daerah irigasi yang debit airnya cukup bagus ketika kemarau dibanding saat musim hujan, seperti di Batu Beureum.

"Pada prinsipnya, debit air memang mengalami penurunan. Tapi debitnya insyaallah masih mencukupi sampai selesainya musim tanam II," jelas dia. 

Ilustrasi irigasi. Foto: umsu.ac.id.

Cakupan kewenangan UPTD Pelayanan Infrastruktur Irigasi Wilayah V Sukanagara meliputi empat kecamatan. Wilayahnya terdiri dari Kecamatan Sukanagara, Kadupandak, Cijati, dan Takokak. 

Terdapat 36 titik daerah irigasi di empat kecamatan yang menjadi kewenangan UPTD Pelayanan Infrastruktur Irigasi Wilayah V Sukanagara. Sebanyak lima titik di antaranya merupakan irigasi teknis dan sisanya irigasi sederhana. 

Cakupan arealnya mencapai 7.800 hektare atau nyaris mencapai 8 ribu hektare. Arealnya meliputi persawahan, perkebunan, dan lahan pertanian lain.

(Lukman Diah Sari)