Spanyol Catat 1.028 Kematian akibat Gelombang Panas Ekstrem pada Juni 2026

Gelombang panas ekstrem menyebabkan sedikitnya 1.028 kematian di Spanyol sepanjang Juni 2026. (Anadolu Agency)

Spanyol Catat 1.028 Kematian akibat Gelombang Panas Ekstrem pada Juni 2026

Muhammad Reyhansyah • 1 July 2026 18:40

Madrid: Gelombang panas ekstrem yang melanda Spanyol sepanjang Juni 2026 menyebabkan sedikitnya 1.028 kematian terkait suhu tinggi, menjadikannya bulan Juni paling mematikan sejak pencatatan dimulai pada 2015.

Data yang dirilis Kementerian Kesehatan Spanyol pada Rabu, 1 Juli 2026 menunjukkan angka tersebut melampaui rekor sebelumnya sebanyak 1.000 kematian yang tercatat pada Juni 2017.

Mengutip Anadolu, perhitungan itu didasarkan pada estimasi kelebihan angka kematian (excess mortality), yakni membandingkan jumlah kematian yang terjadi dengan angka kematian yang diperkirakan selama periode cuaca panas ekstrem.

Hampir seluruh korban meninggal merupakan kelompok lanjut usia. Sebanyak 1.022 korban berusia 65 tahun ke atas, termasuk 720 orang yang berusia lebih dari 85 tahun.

Wilayah Catalonia mencatat jumlah kematian tertinggi sebanyak 218 kasus, disusul Basque Country dengan 147 kasus.

Lonjakan kematian mulai terjadi sekitar 21 Juni, bertepatan dengan dimulainya gelombang panas yang memecahkan rekor di negara tersebut.

Badan Meteorologi Spanyol (AEMET) menyebut Juni tahun ini menjadi bulan Juni terpanas kedua sejak pencatatan dimulai pada 1961, dengan suhu rata-rata 3,2 derajat Celsius lebih tinggi dibanding rata-rata periode 1991–2020.

AEMET juga mencatat bahwa 13 bulan Juni terpanas sejak 1961 seluruhnya terjadi pada abad ke-21, yang menunjukkan tren pemanasan jangka panjang.

Meski suhu sempat menurun dalam beberapa hari terakhir, AEMET memperingatkan massa udara panas diperkirakan kembali melanda Spanyol dalam beberapa hari ke depan sehingga gelombang panas baru berpotensi dimulai pada akhir pekan.

Baca juga:  Gelombang Panas AS Makin Intens, NWS Prediksi Suhu Dekati 46 Derajat Celcius

(Willy Haryono)