Gubernur Bali, I Wayan Koster. (tangkapan layar)
Koster Janji Kawal Ketat Pembangunan PSEL di Bali
Lukman Diah Sari • 8 July 2026 10:29
Denpasar: Gubernur Bali I Wayan Koster mengucapkan terima kasih atas dimulainya pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL). Koster menuturkan bahwa persiapan pembangunan sejauh ini telah berjalan dengan baik.
"Semuanya lancar dan tidak ada penundaan waktu. Kami kontak terus dengan Bapak Menko, dan kami rapat terus dengan Danantara. Sehingga persiapan hari ini berjalan dengan lancar dan baik," ujar Koster dalam Peresmian Pembangunan PSEL di Denpasar, Bali, Rabu, 8 Juli 2026, dalam Breaking News MEtro TV.
Koster menuturkan bahwa proses mulai dari mempersiapkan lahan hingga saat ini berjalan dengan sangat lancar. Dia menyebutkan, sejumlah upacara ritual adat turut dilakukan untuk mempermudah proses pembangunan PSEL di Kabupaten Badung tersebut.
"Memohon alam Ibu Pertiwi agar kami diberikan restu. Upacara kami lakukan sehingga begitu akan mulai pematangan lahan, air yang dalamnya 3 meter itu kering sendiri. Menyusut sendiri. Itu luar biasa restu alamnya," tutur Koster.
Baca Juga :
Dia menerangkan, setelah pematangan lahan, proses selanjutnya berjalan tanpa hambatan. Bahkan, perkembangan di lapangan berhasil mendahului target waktu yang ditetapkan, yakni 30 Juni.
"Selesainya sebelum 30 Juni. Dan hasilnya bagus sekali. Sehingga kelihatan lahannya menjadi sangat rapi," jelas dia.
Koster berharap proses pembangunan bisa rampung tepat waktu. Dia mengaku terus berkoordinasi intensif dengan pihak Danantara dan sejumlah instansi terkait.
"Semoga bisa selesai tepat waktu. Janjinya itu paling lama 1 tahun 6 bulan," jelas Koster.

Penandatanganan sponsor aggrement antara PLN, Denera, Weiming Nusantara Bali New Energy, dan Weiming Nusantara Alfa dalam pembangunan PSEL Denpasar Raya. Foto: Tangkapan layar.
Meski demikian, kata Koster, pihak pengembang sempat menjanjikan proyek ini bisa rampung lebih cepat, yakni selama 15 bulan. Ia sangat berharap target tersebut bisa direalisasikan.
"Mudah-mudahan bisa selesai 15 bulan, atau sekitar Oktober 2027. Mohon dorongan terus Bapak Menteri. Semoga ini bisa selesai tepat waktu. Kalau ini selesai akhir tahun 2027, bisa beroperasi bulan Desember misalnya. Maka masalah sampah di Bali yang menjadi tantangan kepariwisataan Bali, bisa selesai tuntas di tangan Bapak Presiden Prabowo Subianto," urai Koster.
Menurut dia, apabila fasilitas PSEL ini tuntas, maka ekosistem lingkungan di Bali akan menjadi jauh lebih bagus dan sehat untuk kehidupan masyarakat. Selain itu, citra pariwisata Bali dipastikan akan ikut meningkat.
Koster pun mengucapkan terima kasih mewakili segenap masyarakat Bali atas proyek pembangunan PSEL ini. Ke depannya, ia berkomitmen untuk terus mengawasi jalannya proyek.
"Izin Bapak Menko, kami akan mengawal terus pelaksanaan. Ini akan kami kunjungi setiap saat untuk memastikan pekerjaannya berjalan dengan baik," pungkas Koster.