Menteri LH: Program PSEL Bantu Tuntaskan Masalah Sampah Daerah

Menteri Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Jumhur Hidayat. Foto: Tangkapan layar.

Menteri LH: Program PSEL Bantu Tuntaskan Masalah Sampah Daerah

Fachri Audhia Hafiez • 8 July 2026 10:20

Bali: Program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) disebut membantu pemerintah daerah dalam menuntaskan persoalan sampah. Melalui sistem aglomerasi, program ini ditargetkan mampu menyelesaikan beban sampah di puluhan kabupaten/kota.

"Alhamdulillah dengan PSEL ini minimal membantu 70 kabupaten kota, selesai masalahnya," kata Menteri Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (LH/BPLH), Jumhur Hidayat, dalam acara Peresmian Pembangunan PSEL Bali: Menuju Indonesia Bersih dan Asri dikutip dari tayangan Breaking News Metro TV, Rabu, 8 Juli 2026.
 


Kementerian LH mendata bakal ada 34 wilayah aglomerasi yang dibentuk untuk menjangkau sekitar 60 hingga 70 kabupaten/kota. Skema kolaborasi ini diharapkan menjadi solusi konkret bagi daerah-daerah yang selama ini kesulitan mengelola tempat pembuangan akhir mereka.

Jumhur mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang membantu pemerintah pusat dan daerah dalam mereduksi volume sampah nasional. Khususnya di puluhan perkotaan yang menjadi prioritas utama.

"Jadi saya ucapan terima kasih pak, sudah bisa membantu kita minimal nih dari perspektif Kementerian Lingkungan Hidup ya, membantu kita dalam urusan sampah minimal di 70-80 kota di Indonesia," ujar Jumhur.

Selain menjadi listrik, konsep sampah menjadi energi (waste to energy) di beberapa daerah juga akan diarahkan sebagai bahan bakar alternatif, seperti Refuse Derived Fuel (RDF) maupun pelletizing yang memiliki kalori tinggi. Langkah ekonomi sirkuler ini rencananya akan dikolaborasikan bersama Danantara serta investor yang berminat.


Menteri Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Jumhur Hidayat. Foto: Tangkapan layar.

"Itu yang dimaksud dengan ekonomi sirkuler itu pak. Jadi intinya sampahnya terkelola dengan baik, 100 persen selesai," ucap Jumhur.

Jumhur menegaskan bahwa orientasi utama dari pengelolaan ini adalah hilangnya sampah secara total di daerah, bukan sekadar mencari keuntungan atau bonus materi. Skenario ini juga berlaku untuk wilayah terpencil dan kawasan wisata.

"Untuk daerah-daerah tertentu, ada bonusnya pun enggak apa-apa. Keluar uang pun enggak apa-apa. Karena tujuannya sampah tuh selesai, habis. Dan untuk tempat-tempat kecil, pulau-pulau kecil itu mungkin enggak akan ada bonusnya pak. Tapi (masalah sampah) selesai, wisatawan happy, kira-kira seperti itulah," kata Jumhur.

(Fachri Audhia Hafiez)