Dubes Suriah Sebut Israel Jadikan Wilayahnya Basis Serangan ke Lebanon

Warga Lebanon dengan latar belakang pemukiman yang hancur akibat perang. Foto: The New York Times

Dubes Suriah Sebut Israel Jadikan Wilayahnya Basis Serangan ke Lebanon

Dimas Chairullah • 23 April 2026 19:13

New York: Duta Besar Suriah untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ibrahim Olabi menuding Israel telah menggunakan wilayah negaranya sebagai landasan untuk meluncurkan serangan militer terhadap Lebanon.

Dalam pidatonya di hadapan Dewan Keamanan PBB pada Rabu waktu setempat, Olabi memperingatkan bahwa manuver Tel Aviv berisiko besar menyeret seluruh kawasan Timur Tengah ke dalam konflik yang jauh lebih luas.

"Israel terus mengejar kebijakan agresif dan ekspansionisnya," tegas Olabi, dikutip dari Anadolu, Kamis, 23 April 2026. Ia menilai rentetan agresi tersebut merupakan kampanye terencana untuk menggoyahkan stabilitas Suriah yang tengah dalam masa pemulihan.

Olabi memaparkan bahwa Israel secara gamblang telah mengadopsi rencana lima tahun untuk memperluas aktivitas permukiman ilegal di Dataran Tinggi Golan Suriah yang mereka duduki.

Lebih lanjut, ia menyoroti aktivitas militer lintas batas Israel. Menurutnya, pasukan Israel sengaja menggunakan wilayah Suriah yang telah mereka susupi sebagai titik awal serangan mendadak yang menargetkan Lebanon.

Selain manuver militer, Olabi menuduh pasukan Israel secara sengaja menargetkan warga sipil dan menculik anak-anak Suriah. Bahkan, Israel dilaporkan menyemprotkan zat kimia tak dikenal ke lahan-lahan pertanian warga, sebuah insiden yang buktinya telah didokumentasikan oleh badan-badan PBB.

Merespons paparan tersebut, Utusan Turki untuk PBB, Ahmet Yildiz, turut menyuarakan keprihatinan mendalam atas aktivitas militer Israel di Suriah dan meminta Tel Aviv mengubah arah kebijakannya.

"Sangat penting bagi Israel untuk menahan diri dari tindakan eskalasi di Suriah dan mengurangi campur tangannya," tegas Yildiz.

Turki secara tegas menuntut agar Israel segera mematuhi Perjanjian Penarikan Pasukan tahun 1974. Ankara kembali menggaungkan desakan agar Israel menarik mundur pasukannya dari zona penyangga dan seluruh wilayah Suriah yang telah diduduki secara ilegal sejak 8 Desember tahun lalu.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)