Nelayan di Pesisir Jakarta-Kepulauan Seribu Bisa Lapor Kejadian Melalui Barcode

Kasat Polairud Polres Kepulauan Seribu, AKP Muhammad Aldi. Foto: Metrotvnews.com/Yurike.

Nelayan di Pesisir Jakarta-Kepulauan Seribu Bisa Lapor Kejadian Melalui Barcode

Yurike • 18 December 2025 16:52

Jakarta: Nelayan di pesisir Jakarta dan Kepulauan Seribu, kini tak perlu khawatir bila menemukan peristiwa atau pun terkendala saat berlayar. Pasalnya, polisi melakukan inovasi layanan barcode yang ditempelkan di kapal nelayan.

"Jadi program inovasi yang kami usung itu merupakan layanan pelaporan yang sistemnya memang online. Sosialisasinya itu kita membagikan selebaran-selebaran, stiker, kemudian banner yang kami pasang di dermaga-dermaga. Kalau yang stiker-stiker itu kami pasangkan di kapal-kapal nelayan," kata Kasat Polairud Polres Kepulauan Seribu, AKP Muhammad Aldi, Kamis, 18 Desember 2025.

Penempelan barcode secara simbolis dilakukan Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri di Dermaga Plaza Kabupaten Kepulauan Seribu.

Program ini akan menjadi sarana pelaporan cepat dan komunikasi antara nelayan dan kepolisian, untuk menjaga keamanan laut di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Tujuan ditempelkan di kapal nelayan, agar memudahkan nelayan dalam melaporkan peristiwa yang terjadi, terutama saat berlayar.

"Melaporkan kejadian yang menonjol ataupun peristiwa yang ada di perairan," kata Aldi.

Baca juga: Potensi Cuaca Ekstrem, Kapolda Imbau Nelayan Jangan Memaksa Melaut

Program Jaga Laut Jakarta berjalan sudah sejak sekitar 3 minggu lalu. Sejauh ini, Aldi menyebut sudah ada 7 laporan yang masuk dan langsung ditindaklanjuti.

?"Saat ini sudah ada tujuh laporan yang masuk ke kami, yang diantaranya itu tentang kasus penemuan mayat, itu ada dua perkara dilaporkan kepada kami, kemudian selang waktu 10 menit sudah langsung kita tindaklanjuti, langsung kita datang ke TKP-nya dan juga kita melaksanakan evakuasi di sana," ujarnya.

Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri secara simbolis menempelkan barcode laporan kejadian di Dermaga Plaza Kabupaten Kepulauan Seribu. Foto: Metrotvnews.com/Yurike.

Selain itu, ada laporan terkait masalah mesin yang mati di perairan. Teranyar, laporan nelayan yang meminta bantuan evakuasi orang sakit.

"Kejadian lain seperti ada trouble mesin pada kapal, kita datang dengan membawa teknisi kami. Kemudian yang paling terbaru kejadiannya kemarin itu ada ABK yang sakit, jadi kita langsung datang ke TKP itu kemudian membawa dari dokter Sidokkes Polres Pulau Seribu," jelas Aldi.

?Tak menutup kemungkinan adanya kendala yang dihadapi saat polisi menerima laporan. Khususnya kendala jarak dan waktu.

"Mungkin kendala itu terkadang terkait dengan jarak, jarak yang memang kita membutuhkan waktu. Kayak kita kan dari pos ini sampai ke paling ujungnya di daerah itu kan bisa sampai tiga jam. Nah, mungkin kendalanya kita itu lebih kepada masalah waktu perjalanan kalau misalnya memang terjadinya itu atau yang dilaporkan itu di daerah-daerah utara," tutup Aldi.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)