Kremlin Ungkap Syarat Pertemuan Trump-Putin-Zelensky soal Perang Ukraina

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov. (Anadolu Agency)

Kremlin Ungkap Syarat Pertemuan Trump-Putin-Zelensky soal Perang Ukraina

Willy Haryono • 31 August 2026 16:33

Moskow: Kremlin mengatakan pertemuan tiga pihak antara Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky hanya dapat digelar untuk memfinalisasi kesepakatan penyelesaian konflik Ukraina.

Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan kemungkinan pertemuan trilateral tersebut sebenarnya telah dibahas selama beberapa waktu.

Pernyataan itu disampaikan Peskov saat menanggapi laporan media mengenai kunjungan Direktur CIA John Ratcliffe ke Moskow pekan lalu. Axios sebelumnya melaporkan Ratcliffe mengusulkan pertemuan Trump, Putin, dan Zelensky dalam pembicaraannya dengan pejabat Rusia.

"Kesepakatan bukanlah sebuah kesepakatan sederhana. Ini merupakan proses penyelesaian yang kompleks dan terdiri dari sejumlah besar detail," ujar Peskov kepada stasiun televisi Rusia VGTRK, Senin, 31 Agustus 2026.

Menurut Peskov, pertemuan ketiga pemimpin tidak akan efektif jika hanya digunakan untuk membahas rincian penyelesaian konflik.

Ia menilai pertemuan tersebut seharusnya digelar setelah proses negosiasi menghasilkan kesepakatan yang cukup konkret sehingga ketiganya dapat bertemu untuk menyelesaikan dan meresmikan kesepakatan tersebut.

Peskov juga menuding Kyiv tidak menunjukkan kemauan untuk terlibat dalam upaya penyelesaian konflik yang disebutnya sebagai "penyelesaian nyata."

Pertemuan Trilateral

Laporan mengenai kemungkinan pertemuan Trump, Putin, dan Zelensky muncul setelah Ratcliffe melakukan kunjungan ke Moskow pekan lalu.

Sebelumnya, Kremlin juga menyatakan bahwa pertemuan trilateral membutuhkan persiapan substansial dan seharusnya dilakukan setelah terdapat kemajuan dalam perundingan.

Zelensky sebelumnya menyatakan dukungan terhadap gagasan pertemuan dengan Putin dan Trump. Namun, Putin selama ini menolak pertemuan tersebut tanpa adanya persiapan dan kemajuan dalam proses negosiasi.

Di sisi lain, Trump mengatakan kunjungan Ratcliffe ke Moskow merupakan "urusan rutin" dan tidak dimaksudkan untuk memperingatkan Rusia mengenai kemungkinan serangan terhadap wilayah negara anggota NATO.

Dalam kesempatan yang sama, Peskov mengatakan Putin juga akan membahas rencana referendum Armenia mengenai hubungan masa depan negara tersebut dengan Uni Eropa (UE) dan Uni Ekonomi Eurasia.

Pertemuan Putin dan Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan dijadwalkan berlangsung di Bishkek pada 31 Agustus hingga 1 September.

Peskov mengatakan Putin akan menyampaikan kembali argumen Moskow mengenai pilihan hubungan Armenia dengan kedua blok tersebut.

Baca juga:  Direktur CIA John Ratcliffe Usulkan Pertemuan Trump dengan Putin dan Zelensky

(Willy Haryono)