Hamas bersedia untuk pelucutan senjata. Foto: Anadolu
BoP Sebut Hamas Sepakati Pelucutan Senjata untuk Pertama Kali di Gaza
Muhammad Reyhansyah • 27 August 2026 11:30
Gaza: Hamas dan kelompok bersenjata lainnya di Gaza untuk pertama kalinya disebut menyetujui penyerahan senjata serta pengalihan penuh kewenangan sipil dan keamanan kepada pemerintahan transisi yang diakui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pernyataan itu disampaikan perwakilan tinggi Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian untuk Gaza, Nikolay Mladenov, dalam sidang Dewan Keamanan PBB pada Rabu, 26 Agustus 2026, saat membahas implementasi rencana perdamaian Gaza yang didukung Amerika Serikat.
"Untuk pertama kalinya, Hamas dan kelompok bersenjata di Gaza telah setuju menyerahkan senjata mereka dan mengalihkan seluruh kewenangan pemerintahan, sipil maupun keamanan, kepada pemerintahan transisi yang diakui PBB," kata Mladenov, menurut pernyataan BoP di sosial media, dikutip dari Yeni Safak.
Menurut Mladenov, kesepakatan tersebut berpotensi menjadi titik balik untuk memperbaiki kondisi kehidupan warga Palestina di Gaza sekaligus memberikan keamanan jangka panjang bagi Israel.
Rencana tersebut mengatur pelucutan seluruh jenis senjata di Gaza, termasuk senjata berat, fasilitas produksi, gudang persenjataan, terowongan, hingga senjata pribadi. Pemerintahan transisi nantinya menjadi satu-satunya pihak yang berwenang menguasai senjata.
Mladenov mengatakan penarikan pasukan Israel akan dilakukan secara bertahap setelah pelucutan senjata diverifikasi. Setiap tahap akan bergantung pada keberhasilan tahap sebelumnya dan dilakukan berdasarkan pencapaian di lapangan, bukan batas waktu tertentu.
Namun, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya menolak pendekatan bertahap tersebut dan menuntut Hamas dilucuti sepenuhnya sebelum Israel menarik pasukannya atau memulai rekonstruksi Gaza.
Perselisihan mengenai urutan pelucutan senjata dan penarikan pasukan itu masih berlangsung di tengah serangkaian serangan Israel di Gaza meski gencatan senjata telah berlaku sejak Oktober 2025.
Sejak perang Israel di Gaza dimulai pada Oktober 2023, lebih dari 73.000 warga Palestina tewas dan lebih dari 174.000 lainnya terluka, menurut data Palestina.