PABKI Cetak Rekor Dunia, Tancapkan 600 Pisau Serentak di Kejurnas Bandung

Para atlet melakukan pemecahan rekor Lempar Pisau dan Kapak. (metrotvnews.com/P Aditya Prakasa)

PABKI Cetak Rekor Dunia, Tancapkan 600 Pisau Serentak di Kejurnas Bandung

P Aditya Prakasa • 29 August 2026 17:37

Bandung: Perkumpulan Olahraga Lempar Pisau dan Kapak Indonesia (PABKI) mencatatkan sejarah baru dengan memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sekaligus rekor dunia. PABKI menggelar aksi menancapkan 600 pisau secara serentak ke papan target.

Momentum bersejarah ini menjadi pembuka Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Lempar Pisau dan Kapak 2026 untuk mempertunjukan keahlian para atlet.

Aksi kolosal ini melibatkan lebih dari 300 pelempar profesional dari 15 kontingen provinsi di seluruh Indonesia. Setiap peserta dibekali satu set perlengkapan standar kompetisi yang terdiri atas empat bilah pisau lempar.


Para atlet melakukan pemecahan rekor Lempar Pisau dan Kapak. (metrotvnews.com/P Aditya Prakasa)

Ketua Harian PABKI, Hendra Jay Agustien, menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan yang pertama kali diselenggarakan di tingkat dunia. Ajang ini dirancang sebagai katalis strategis untuk mengakselerasi popularitas cabang olahraga lempar bilah dan kapak di kancah nasional maupun internasional.

"Kegiatan MURI yang kita laksanakan ini bisa dikatakan pertama kali di dunia, bukan cuma di Indonesia. Kita memaksimalkan 600 lemparan menancap di target putih. Ini menjadi bukti simbolis betapa masifnya perkembangan olahraga ini di tanah air," kata Hendra di sela-sela pembukaan acara, Sabtu, 29 Agustus 2026.

Dalam teknis penilaian rekor bersama pihak MURI, PABKI mengedepankan prinsip sportivitas dan transparansi ketat. Setiap pisau yang berhasil menancap sah dihitung satu poin.

Bahkan, apabila terdapat pisau yang tertimpa lemparan pisau lain lalu terjatuh, poin tetap diakui. Penilaian ini diawasi langsung oleh tim asisten juri khusus di sisi kiri dan kanan papan sasaran.

Usai pemecahan rekor, rangkaian acara berlanjut ke agenda Kejurnas yang berlangsung maraton selama dua hari penuh. Sebanyak 12 kelas dipertandingkan untuk memperebutkan total 72 gelar juara.

Kejuaraan ini menerapkan sistem terbuka. Komposisi peserta terdiri atas 85 hingga 90 persen anggota resmi PABKI dan sisanya merupakan pelempar umum nonanggota.

Hendra menjelaskan, komunitas olahraga ini telah aktif menggelar kejuaraan sejak 2010. Namun, Kejurnas edisi kali ini merupakan tonggak pertama yang menerapkan standardisasi tata kelola olahraga profesional secara paripurna, termasuk adanya sistem siaran langsung daring.

Siaran langsung tersebut dipantau secara simultan oleh sekitar 50 hingga 100 pelempar profesional mancanegara. Momentum ini sekaligus dimanfaatkan sebagai tahap praregistrasi atlet internasional menjelang perhelatan Piala Dunia Lempar Pisau yang dijadwalkan berlangsung di Indonesia pada akhir tahun depan.

Terkait legalitas keolahragaan nasional, PABKI saat ini sedang merampungkan proses finalisasi administrasi untuk bergabung secara resmi di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Seluruh kelengkapan tata kelola dan persyaratan organisasi telah dipenuhi, dengan Kejurnas ini sebagai puncaknya.

"Untuk tahun depan, PABKI mematok target kenaikan jumlah partisipasi atlet hingga tiga kali lipat untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama olahraga lempar pisau di dunia," pungkasnya.

(Lukman Diah Sari)