Trump Sebut Minyak Venezuela Bernilai Luar Biasa, AS Siap Keruk Semuanya

Trump mengatakan AS akan mengambil minyak Venezuela dan mengolahnya di kilang Amerika. (Anadolu Agency)

Trump Sebut Minyak Venezuela Bernilai Luar Biasa, AS Siap Keruk Semuanya

Muhammad Reyhansyah • 1 September 2026 09:15

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan cadangan minyak Venezuela memiliki nilai yang “luar biasa” tetapi selama ini tidak dimanfaatkan secara optimal. 

Melalui kesepakatan baru dengan Caracas, ia mengatakan AS akan mengambil minyak Venezuela dan mengolahnya di kilang-kilang Amerika.

“Ini juga merupakan kesepakatan yang sangat baik bagi Venezuela karena perusahaan-perusahaan paling kuat dan terkaya di dunia akan masuk ke Venezuela, sementara sebelumnya nilai yang luar biasa ini hanya menganggur,” ujar Trump kepada wartawan di Oval Office, dikutip dari TRT World, Selasa, 1 September 2026.

“Kami akan mengambil semuanya. Kami akan mengeluarkan minyak itu,” lanjutnya.

Trump mengatakan seluruh minyak mentah tersebut akan diarahkan ke AS untuk diproses karena kilang Amerika, khususnya di kawasan Houston dan Louisiana, dirancang untuk mengolah minyak berat seperti yang diproduksi Venezuela.

Ia juga mengklaim kesepakatan tersebut akan memberikan dampak besar terhadap harga minyak dan bahan bakar di AS.

“Pada akhirnya, harga akan turun,” ujar Trump.

Trump menyebut kesepakatan tersebut sebagai salah satu kesepakatan terbesar yang pernah dibuat dan menggambarkan hubungan Washington dengan Caracas kini sebagai “tim” yang saling menguntungkan.

Kesepakatan tersebut dicapai pada Jumat dan memberi Washington kendali mayoritas atas sekitar 65 miliar barel cadangan minyak terbukti Venezuela.

Presiden Interim Venezuela Delcy Rodriguez mengatakan kesepakatan itu akan berlaku selama 25 tahun dan mencakup pengembangan 17 ladang minyak strategis.

Menurutnya, proyek tersebut berpotensi menarik lebih dari USD100 miliar investasi swasta dan menghasilkan lebih dari USD209 miliar penerimaan pajak bagi Venezuela.

Venezuela memiliki cadangan minyak terbukti terbesar di dunia, tetapi produksinya selama bertahun-tahun berada jauh di bawah potensinya akibat kurangnya investasi, salah urus, dan sanksi.

Kesepakatan itu tercapai ketika Selat Hormuz, jalur transit minyak terpenting dunia, masih terganggu akibat perang dengan Iran yang dimulai pada 28 Februari dan disebut telah mencapai kebuntuan.

Baca juga: Cadangan Minyak AS Terendah dalam 44 Tahun, Trump Andalkan Venezuela

(Willy Haryono)