Impor Energi USD15 Miliar dari Amerika, Pertamina Kedepankan Transparansi

Dirut Pertamina Simon Aloysius Mantiri. Foto: Tangkapan layar.

Impor Energi USD15 Miliar dari Amerika, Pertamina Kedepankan Transparansi

M Sholahadhin Azhar • 20 February 2026 22:31

Jakarta: PT Pertamina diberi amanat pemerintah Indonesia, untuk melakukan impor bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji, sebesar USD15 miliar dari Amerika Serikat. Dalam implementasinya, Perusahaan Minyak Negara mengedepankan transparansi.

"Jadi tidak ada penunjukan langsung tetapi seperti biasa, mekanisme tender dan bidding yang tentunya terbuka," tegas Dirut Pertamina Simon Aloysius Mantiri di Washington DC, Jumat, 20 Februari 2026.

Menurut Simon, kerja sama dengan Amerika Serikat murni terkait bisnis. Sehingga, pelaksanaannya sesuai dengan peraturan yang berlaku.

"Ini yang terus kami lakukan dengan mitra-mitra yang ada di Amerika Serikat dan tentunya terbuka, transparan," tegas Simon.
 


Simon menjelaskan selama ini Amerika telah memenuhi 57 persen kebutuhan elpiji di Indonesia. Dengan kerja sama ini, persentase bakal meningkat jadi sekitar 70 persen.

Pihaknya menunggu finalisasi kerja sama selama 90 hari ke depan. Sehingga, proses dapat dijalankan sesuai prosedur.


Dirut Pertamina Simon Aloysius Mantiri. Foto: Tangkapan layar.

"Dan kami pastikan bahwa proses yang sudah berjalan selama ini yang tentunya Pertamina juga dalam semangat untuk meningkatkan, untuk transformasi tata kelola, agar tata kelola lebih baik," kata Simon.

Dia berharap proses kerja sama sebagai bagian dari kesepakatan dagang, dapar berlangsung dengan baik. Tentunya, memberikan manfaat sebesar-besarnya untuk masyarakat Indonesia.

"Dan tentunya untuk mitra kita di AS," kata Simon.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(M Sholahadhin Azhar)