Presiden AS Donald Trump. (EPA-EFE)
Gedung Putih Tegaskan Trump Prioritaskan Diplomasi dengan Iran
Willy Haryono • 19 February 2026 11:26
Washington: Gedung Putih menegaskan bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memprioritaskan jalur negosiasi untuk menyelesaikan krisis nuklir dengan Iran, meskipun opsi militer tetap dipersiapkan jika diplomasi gagal.
Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan diplomasi merupakan pilihan utama Washington saat ini. Namun, ia mengingatkan bahwa pemerintah AS tetap mempertahankan kesiapan militer sebagai langkah antisipasi.
"Presiden selalu menegaskan bahwa terhadap Iran atau negara mana pun, diplomasi adalah opsi pertama. Iran sebaiknya mengambil kesempatan untuk mencapai kesepakatan dengan Presiden Trump," kata Leavitt dalam konferensi pers, seperti dikutip India Today, Kamis, 19 Februari 2026.
Leavitt juga menyinggung operasi militer sebelumnya, termasuk Operation Midnight Hammer, yang diklaim berhasil melumpuhkan fasilitas nuklir Iran di bawah kepemimpinan Trump.
Gedung Putih mengonfirmasi adanya sedikit kemajuan dalam perundingan antara utusan AS dan pejabat Iran di Jenewa, meskipun kedua pihak masih memiliki perbedaan tajam dalam sejumlah isu utama.
Sebelumnya, utusan khusus AS Steve Witkoff dan penasihat senior Jared Kushner bertemu dengan pejabat Iran dalam perundingan tingkat tinggi. Iran dilaporkan akan menyerahkan proposal rinci dalam dua pekan ke depan guna mempersempit perbedaan posisi.
Seorang pejabat senior AS mengatakan kemajuan telah dicapai, tetapi masih banyak rincian yang harus dibahas. "Progres telah dicapai, namun masih banyak rincian yang perlu didiskusikan. Presiden akan terus memantau perkembangan situasi ini," ujarnya.
Meski mengedepankan jalur diplomasi, Trump dilaporkan terus berkonsultasi dengan tim keamanan nasionalnya. Leavitt menegaskan keputusan terkait tindakan militer akan diambil berdasarkan kepentingan nasional Amerika Serikat.
Gedung Putih juga menyatakan militer AS terus berkomunikasi dengan Israel, namun belum ada konfirmasi mengenai rencana serangan militer dalam waktu dekat. (Kelvin Yurcel)
Baca juga: AS Disebut Siap Serang Iran Pekan Ini, Trump Belum Buat Putusan Akhir