Presiden Komit Swasembada Pangan, Cadangan Beras Nasional Capai 4,2 Juta Ton

Presiden Prabowo Subianto. Foto: Metro TV.

Presiden Komit Swasembada Pangan, Cadangan Beras Nasional Capai 4,2 Juta Ton

Kautsar Widya Prabowo • 18 February 2026 22:25

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk mendorong swasembada pangan secara menyeluruh. Penegasan tersebut disampaikan dalam ajang Indonesia Economy Outlook 2026.

“Kita akan buktikan bahwa pertumbuhan ekonomi kita riil, nyata, dan akan di atas sasaran yang kita tetapkan. Kita juga buktikan bahwa kita sekarang sudah swasembada beras. Kita menuju swasembada pangan,” ujar Presiden Prabowo dalam keterangan yang dikutip Rabu, 18 Februari 2026.

Presiden menyebut cadangan beras nasional yang tersimpan di gudang Perum Bulog saat ini mencapai 4,2 juta ton. Angka tersebut disebut sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

“Sampai sekarang cadangan yang ada masih sangat tinggi,” kata Prabowo.
 


Keberhasilan swasembada beras ini menjadi fondasi pemerintah untuk memperluas program swasembada ke komoditas strategis lainnya, termasuk jagung dan sumber karbohidrat alternatif. Presiden juga menargetkan swasembada protein melalui penguatan sektor perikanan serta pembangunan desa nelayan.

Pada 2026, pemerintah menargetkan pembangunan 1.000 desa nelayan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

“Nelayan kita belum pernah mendapat perhatian. Mereka kadang tidak memiliki es, bahkan pabrik es di desa mereka belum tersedia,” kata Presiden.


Presiden Prabowo Subianto. Foto: Antara.

Sejalan dengan itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa kinerja ekonomi Indonesia tetap solid. Pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal IV tercatat sebesar 5,11 persen (year-on-year), tertinggi kedua di G20 setelah India.

Airlangga menyoroti peran strategis sektor pertanian yang tumbuh 5,03 persen, menjadi penopang utama ketahanan pangan dan stabilitas harga.

“Sektor pertanian tumbuh tinggi, ditopang produksi yang kuat dan berkontribusi langsung terhadap ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa swasembada beras merupakan hasil kebijakan yang konsisten dan keberpihakan nyata kepada petani. Capaian tersebut diraih melalui deregulasi serta transformasi pertanian dari sistem tradisional menuju modern.

“Tujuannya meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan kesejahteraan petani, sekaligus memastikan pangan tersedia dan terjangkau bagi rakyat,” kata Amran.

Kementerian Pertanian akan terus memperkuat modernisasi, perbaikan tata kelola, serta kolaborasi lintas sektor agar capaian swasembada beras berkelanjutan dan menjadi pintu masuk menuju swasembada pangan secara menyeluruh.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(M Sholahadhin Azhar)