Kerja Sama Pengelolaan Sampah Terintegrasi Diinisiasi Kemala Bhayangkari Kaltim

Ilustrasi siswa siswi SD Kemala Bhayangkari 01 Balikpapan menjalankan kegiatan kerja sama pengelolan sampah terintegritas. Dok. Istimewa

Kerja Sama Pengelolaan Sampah Terintegrasi Diinisiasi Kemala Bhayangkari Kaltim

M Sholahadhin Azhar • 3 May 2026 13:29

Jakarta: Kerja sama pengelolaan sampah terintegrasi diinisiasi Yayasan Kemala Bhayangkari wilayah Kalimantan Timur (Kaltim). Pengelolaan terintagrasi ini untuk mengatasi persoalan sampah di Kaltim.

“Di tahun 2025 kota Balikpapan menghasilkan 540 ton sampah per hari, ini adalah tantangan yang harus diselesaikan bersama," kata Ketua Pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari Daerah Kalimantan sekaligus Ketua Bhayangkari Daerah Kalimantan Timur, Natasha Endar Priantoro, dalam keterangan yang dikutip Minggu, 3 Mei 2026.

Hal ini diungkap Natasha dalam Pekan Perlombaan Yayasan Kemala Bhayangkari Daerah Kalimantan Timur 2026. Kerja sama pengelolaan sampah terintegrasi ini dilakukan melalui program pengelolaan sampah, oleh siswa siswi SD Kemala Bhayangkari 01 Balikpapan. Sampah tersebut ditampung dalam Bank Sampah Unit “Pelita” yang beroperasi di lingkungan SD Bhayangkari 01 Balikpapan.

"Yayasan Kemala Bhayangkari Daerah Kalimantan Timur ingin berkontribusi dengan melakukan program pengelolaan sampah yang dilakukan oleh siswa siswi SD Kemala Bhayangkari 01 Balikpapan," ujar Natasha.

Siswa dan siswi melakukan pemilahan, pengumpulan, dan penimbangan. Kemudian, mereka melakukan penyetoran ke Bank Sampah Induk “Kota Hijau” Balikpapan.

Menurut Natasha, hal ini sekaligus mengajari siswa dan siswi bertanggung jawab. Terutama, dalam mengelola sampah di lingkungan sekolah.

"Sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang menjadi Generasi Emas dengan kebiasaan baik yang berkelanjutan dalam pelestarian bumi tempat mereka tinggal," kata Natasha.


Ketua Pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari Daerah Kalimantan sekaligus Ketua Bhayangkari Daerah Kalimantan Timur, Natasha Endar Priantoro. Dok. Istimewa

Baca Juga: 

Penangan Sampah di Bali Masuk Fase Krusial, Wayan Koster: Now or Never

Bermitra dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan, murid dan orang tua SD Kemala Bhayangkari 01 Balikpapan memulai program ini. Yakni, dengan aktif bekerja sama memilah sampah di rumah dan lingkungan sekolah.

Kemudian, menyetorkan hasil pilahan ke Bank Sampah Induk “Kota Hijau” yang merupakan binaan Dinas Lingkungan Hidup Balikpapan. Sehingga, bisa mandapatkan manfaat ekonomi dari sampah yang masih bernilai dalam bentuk sejumlah uang.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, mengapresiasi hal tersebut. Sudirman menegaskan program pengelolaan sampah di SD Kemala Bhayangkari 01 Balikpapan ini selaras dengan program DLH Kota Balikpapan.

Pihaknya membuat program Gerakan Perilaku dan Budaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS). Hal tersebut untuk mendukung Kurikulum Muatan Lokal Pendidikan Kebersihan Lingkungan Hidup (PKLH).

"Sangat penting menerapkan pendidikan lingkungan hidup sejak dini, karena anak-anak inilah yang nantinya akan menjadi generasi penerus dalam perlindungan dan pelestarian lingkungan hidup," kata Sudirman.

Sementara itu, Kepala KCP Pegadaian Manggar Balikpapan, Robby Chandra Hadiwiyanto, merespons positif program itu. Menurut Robby, sampah nonorganik seperti botol plastik dan lainnya yang dikumpulkan di bank sampah, dapat dikonversi menjadi emas.

“Sampah kemudian dinilai dan dikonversikan menjadi emas melalui produk Tabungan Emas PT Pegadaian," kata Robby.

Keunggulan tabungan emas tersebut, nasabah bisa menabung mulai dari Rp10 ribu atau sekitar 0.01 gram. Robby mengatakan hal itu sangat praktis dan aman.

Bank Sampah Unit “Pelita” ditargetkan dapat memperluas jangkauan komitenya. Yakni, hingga lingkungan tempat tinggal seluruh anggota Polda Kalimantan Timur dan dapat menjadi inspirasi berbagai pihak.

Agenda tersebut dimeriahkan pembagian hadiah untuk pemenang lomba, penampilan kolaboratif antar murid dan guru SD Kemala Bhayangkari 01 Balikpapan, seperti kolaborasi karate dan drum show, fashion show kreasi daur ulang dan biola, hingga perlombaan persahabatan Sekolah Kompak.

Acara tersebut resmi menutup Pekan Perlombaan YKB Kaltim 2026 yang dibuka di Hari Bumi 22 April 2026 dan ditutup di Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2026, dengan mempertandingkan 12 lomba yang diikuti 141 sekolah, melibatkan lebih dari 900 murid dan puluhan guru.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)