Raja Charles III berpidato di hadapan Kongres Amerika Serikat. Foto: The New York Times
Di Hadapan Kongres AS, Raja Charles III Serukan Tekad Pertahankan Ukraina
Fajar Nugraha • 29 April 2026 11:03
Washington: Raja Inggris Charles III, dalam pidatonya pada Selasa, 28 April, menegaskan kepada Kongres Amerika Serikat bahwa persatuan Barat yang berkelanjutan sangat diperlukan untuk mengamankan perdamaian di Ukraina, di tengah ujian terhadap keteguhan NATO.
Raja Charles menekankan perlunya tekad yang tidak tergoyahkan demi pertahanan Ukraina dan rakyatnya yang pemberani guna mencapai perdamaian yang adil dan abadi.
Ia juga mengatakan bahwa kemitraan antara Eropa dan Amerika menjadi jauh lebih penting saat ini dibandingkan masa-masa sebelumnya. Kunjungan kenegaraan Raja Charles bersama Ratu Camilla ke Amerika Serikat berlangsung pada 27-30 April atas undangan Presiden Donald Trump. Perjalanan ini sekaligus merayakan peringatan 250 tahun kemerdekaan Amerika dan menandai kunjungan kenegaraan perdana Charles sebagai raja.
Dalam kesempatan tersebut, Raja Charles mengutuk keras segala bentuk kekerasan politik dan berjanji bahwa negara-negara demokratis akan tetap bersatu untuk melindungi rakyat mereka.
"Izinkan saya menyampaikan dengan tekad yang tak tergoyahkan: tindakan kekerasan seperti itu tidak akan pernah berhasil," tegas Raja Charles, seperti dikutip TRT World, pada Rabu, 29 April 2026.
Raja Charles juga menyoroti respons Inggris terhadap serangan 11 September 2001 di Amerika Serikat sebagai bukti soliditas kedua negara. Ia mengingatkan kembali momen ketika NATO mengaktifkan Pasal 5 untuk pertama kalinya dan Dewan Keamanan PBB bersatu menghadapi teror. Menurutnya, Inggris dan AS selalu menjawab panggilan tersebut bersama-sama, mulai dari dua Perang Dunia, Perang Dingin, hingga konflik di Afghanistan.
Sebelumnya pada hari yang sama, Presiden Donald Trump menyambut hangat Raja Charles di Gedung Putih dan menyatakan bahwa Amerika Serikat tidak memiliki teman yang lebih dekat daripada Inggris. Sambutan meriah yang disertai penghormatan 21 tembakan meriam di South Lawn tersebut menunjukkan perubahan nada bicara Trump, yang sebelumnya sempat melontarkan kritik tajam terhadap Perdana Menteri Inggris Keir Starmer karena enggan terlibat dalam konflik melawan Teheran.
Trump merujuk pada peringatan 250 tahun deklarasi kemerdekaan koloni Amerika dari kekuasaan Inggris dengan menyebut bahwa dalam berabad-abad sejak kemerdekaan tersebut, warga Amerika tidak memiliki sahabat yang lebih dekat selain bangsa Inggris.
Meskipun demikian, hubungan antara London dan Washington sempat memburuk sejak awal perang di Timur Tengah. Trump sebelumnya mengecam penolakan PM Keir Starmer untuk memberikan dukungan lebih besar terhadap serangan gabungan AS-Israel ke Iran.
Kunjungan kenegaraan raja ini pun dipandang sebagai upaya diplomatik London untuk meredakan ketegangan dengan pemerintahan Trump, terutama setelah adanya ancaman dari Washington untuk membatalkan kesepakatan dagang AS-Inggris yang telah disetujui tahun lalu.
(Kelvin Yurcel)