Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com
Pangkas Kesenjangan Digital, ADB Guyur USD20 Miliar untuk Asia Pasifik
Eko Nordiansyah • 4 May 2026 12:43
Samarkand: Di tengah eskalasi kebutuhan konektivitas global, Asian Development Bank (ADB) resmi meluncurkan inisiatif Asia-Pacific Digital Highway. Mega proyek yang memakan anggaran hingga USD 20 miliar ini dirancang khusus untuk memangkas kesenjangan infrastruktur digital sekaligus mempersiapkan kawasan Asia dan Pasifik menyongsong ekosistem ekonomi berbasis kecerdasan buatan.
Melansir dari laman resmi ADB, inisiatif infrastruktur teknologi tersebut merupakan bagian dari komitmen total pendanaan senilai USD70 miliar yang diumumkan ADB sebelumnya untuk sektor energi dan digital hingga 2035.
Suntikan dana sebesar USD20 miliar tersebut akan fokus dialirkan untuk membangun koridor digital fisik mencakup penggelaran jaringan serat optik terestrial dan bawah laut, peluncuran sambungan satelit, serta pembangunan infrastruktur pusat data berskala regional.
Tak hanya berfokus pada infrastruktur perangkat keras, ADB turut menaruh perhatian pada aspek perangkat lunak dan regulasi dengan memberikan dukungan penyusunan kebijakan manajemen risiko keamanan siber, serta mengucurkan investasi di sektor pengembangan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) untuk memperkuat kesiapan penggunaan ekosistem digital dan kecerdasan buatan.
.png)
(Ilustrasi ADB. Foto: Dok Flickr)
Bangun pusat inovasi digital di Seoul
Hingga 2035, Asia-Pacific Digital Highway menargetkan pemberian akses broadband perdana bagi 200 juta penduduk, peningkatan kecepatan dan keandalan koneksi internet bagi 450 juta pengguna, penekanan biaya konektivitas hingga 40 persen di daerah terpencil dan wilayah terkurung daratan serta penciptaan empat juta lapangan kerja baru di sektor teknologi dan pendukungnya.Guna merealisasikan inisiatif ini, ADB akan menanggung porsi pembiayaan sebesar USD15 miliar dari sumber dayanya dan menggalang USD5 miliar sisanya melalui pembiayaan bersama dari mitra strategis dan sektor swasta.
ADB juga berkolaborasi dengan Pemerintah Korea Selatan untuk mendirikan pusat inovasi dan pengembangan kecerdasan buatan di Seoul. Melalui dana hibah senilai USD20 juta dari Pemerintah Korea Selatan, pusat inovasi ini bertugas mendorong implementasi teknologi kecerdasan buatan yang inklusif dan bertanggung jawab, serta menargetkan pelatihan literasi digital dan kecerdasan buatan bagi tiga juta individu hingga 2035.