Profil Gary Iskak, Aktor Serbabisa yang Meninggal karena Kecelakaan Motor

Gary Iskak. (Instagram/@iskak_gary)

Profil Gary Iskak, Aktor Serbabisa yang Meninggal karena Kecelakaan Motor

Riza Aslam Khaeron • 29 November 2025 12:39

Jakarta: Aktor Mohamad Gary Iskak dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu, 29 November 2025 setelah mengalami kecelakaan saat mengendarai sepeda motor. Ia mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Suyoto sekitar pukul 09.24 WIB, sebagaimana tertulis dalam pesan duka yang dibagikan pihak keluarga.

Dalam pesan tersebut, keluarga menyampaikan bahwa jenazah Gary akan disemayamkan di rumah duka di kawasan Gintung serta memohon doa dan maaf atas segala kesalahan almarhum. Kabar kepergian Gary kemudian menyebar luas melalui media sosial, termasuk unggahan para rekan sesama artis dan komedian yang mengenangnya dengan ucapan belasungkawa dan doa.

Untuk melihat lebih dekat sosok yang banyak dikenang di media sosial tersebut, berikut profil singkat Gary Iskak selengkapnya.
 

Biodata Singkat Gary Iskak

Gary Iskak memiliki nama lengkap Gary Muhammad Iskak. Dalam sejumlah data filmografi, namanya juga ditulis sebagai Muhammad Gary Iskak. Ia lahir di Bogor, Jawa Barat, pada 10 Juli 1973 dan dikenal luas sebagai pemeran di film, sinetron, FTV, hingga serial web.

Gary menikah dengan Richa Novisha dan dikaruniai dua anak, masing-masing seorang putra dan seorang putri.

Di sisi lain, data filmografi mencatat bahwa secara keseluruhan ia memiliki empat anak dari beberapa pernikahan, termasuk dengan Sabrina R. Bonita dan Irma Risma.

Gary berasal dari keluarga yang banyak berkecimpung di dunia seni peran. Ia adalah kakak dari aktor Khiva Iskak.

Di lingkungan keluarga besarnya, nama Iskak telah dikenal melalui para pelaku seni seperti Boy Iskak, Indriati Iskak, dan Alice Iskak yang tercatat sebagai paman dan bibi Gary. Kakeknya, R. Iskak, juga dikenal dalam dunia film Indonesia.
 

Perjalanan Karier di Dunia Hiburan

Karier Gary di layar lebar dimulai pada 2000 dengan membintangi film "Bintang Jatuh". Setelah itu, ia terlibat di berbagai judul film Indonesia pada awal 2000-an, antara lain "Ada Apa dengan Cinta?", "30 Hari Mencari Cinta", "Ungu Violet", "Jatuh Cinta Lagi", "D'Bijis", dan "Merah itu Cinta".

Selain film layar lebar, Gary aktif bermain sinetron sejak 2001 dan FTV sejak 2017. Ia sempat tampil di sejumlah judul sinetron seperti "Opera SMU", "Putri", "Buku Harian Baim", "Pangeran 2", serta berbagai drama religi dan drama keluarga di stasiun televisi nasional.

Memasuki era platform digital, Gary juga tampil dalam beberapa serial web, antara lain "Halusinada", "Mami Kost", "Twisted", "World of Dr. Boyke", "Second Account", hingga "Generasi D'Bijis".
 

Deretan Karya Populer

Sepanjang kariernya, Gary membintangi puluhan judul film lintas genre, mulai dari drama remaja, drama dewasa, komedi, horor, hingga drama keluarga. Sejumlah judul film yang banyak dikaitkan dengan namanya antara lain:
  • "30 Hari Mencari Cinta" (2004)
  • "D'Bijis" (2007)
  • "Merah itu Cinta" (2007)
  • "Pocong 3" (2007)
  • "Benci Disko" (2009)
  • "Bidadari-Bidadari Surga" (2012)
  • "The ABCs of Death" (segmen "L is for Libido", 2013)
  • "Kisah 3 Titik" (2013)
  • "Negeri Tanpa Telinga" (2014)
  • "Romeo + Rinjani" (2015)
  • "Insya Allah Sah" (2017)
  • "Keluarga Tak Kasat Mata" (2017)
  • "Warkop DKI Reborn 3" (2019)
  • "Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini" (2020)
  • "Mangga Muda" (2020)
  • "Teachers" (2021)
  • "Ghostbuser: Misteri Desa Penari" (2021)
  • "Trah 7" (2022)
  • "Bad Boy in Love" (2024)
  • "Cinta Tak Seindah Drama Korea" (2024)
Di luar film, Gary juga beberapa kali menjadi model video musik. Ia pernah tampil dalam video musik lagu "Risalah Hati" milik Dewa 19, "Bila Salah" milik Rossa, "Tak Ada yang Abadi" milik Jikustik, "Terendap Laraku" dari Naff, dan "Cobalah untuk Setia" yang dinyanyikan Krisdayanti.
 
Baca Juga:
Aktor Gary Iskak Meninggal Dunia Usai Mengalami Kecelakaan
 

Penghargaan dan Prestasi

Film "D'Bijis" (2007) tercatat sebagai salah satu tonggak penting dalam perjalanan karier Gary Iskak.

Lewat film tersebut, namanya masuk ke beberapa nominasi penghargaan, mulai dari Most Favourite Actor di MTV Indonesia Movie Awards, nominasi Pemeran Pendukung Pria Terbaik di Festival Film Indonesia, hingga nominasi Pemeran Pendukung Pria Terbaik dan Pemeran Pendukung Pria Terfavorit di Indonesian Movie Actors Awards.

Pada 2007, Gary meraih penghargaan Pemeran Pendukung Pria Terbaik di ajang Indonesian Movie Actors Awards berkat perannya di "D'Bijis".

Di tahun yang sama, ia juga memperoleh penghargaan dari Indonesia Film Critics Circle Awards untuk kategori aktor terbaik pemeran utama melalui film "Merah itu Cinta".

Di ranah sinetron, namanya pernah masuk nominasi Aktor Pendamping Paling Ngetop di ajang SCTV Awards 2016 melalui perannya di sinetron "Pangeran 2".

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
Viral!, 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id
(M Sholahadhin Azhar)