Trump Ancam Serangan Lanjutan ke Venezuela usai Penangkapan Maduro

Presiden AS Donald Trump. (Anadolu Agency)

Trump Ancam Serangan Lanjutan ke Venezuela usai Penangkapan Maduro

Willy Haryono • 4 January 2026 19:58

Washington: Presiden Donald Trump menyatakan Amerika Serikat tidak menutup kemungkinan melancarkan gelombang serangan kedua terhadap Venezuela, menyusul penangkapan Presiden Nicolás Maduro dalam operasi militer AS.

Dalam wawancara dengan Fox News yang dikutip Antara, Minggu, 4 Januari 2026, Trump menegaskan pemerintahannya telah menyiapkan skenario lanjutan jika situasi dinilai mengancam kepentingan nasional Amerika Serikat.

“Kami siap. Anda tahu, kami siap melakukan gelombang kedua. Semuanya sudah disiapkan. Operasi ini begitu kuat sehingga kami tidak perlu melakukannya, tetapi kami tetap siap,” ujar Trump. Ia menambahkan bahwa kekuatan militer AS berada dalam kondisi siaga penuh.

Trump juga mengklaim Washington telah mengerahkan kekuatan laut dalam skala besar di kawasan tersebut. “Kami berada di luar sana dengan armada seperti yang belum pernah dilihat siapa pun sebelumnya, dan kami siap,” katanya.

Pernyataan itu disampaikan setelah Trump sebelumnya mengumumkan bahwa Maduro telah ditangkap dan dikeluarkan dari Venezuela dalam sebuah operasi yang disebutnya dilakukan dengan presisi tinggi dan tanpa korban di pihak Amerika Serikat.

Namun klaim tersebut memicu kebingungan dan reaksi keras dari Caracas. Otoritas Venezuela menyatakan belum mengetahui secara pasti keberadaan Maduro dan menuntut klarifikasi terkait kondisi presiden mereka.

Kementerian Luar Negeri Venezuela juga mengumumkan rencana untuk mengajukan keberatan ke sejumlah organisasi internasional atas tindakan Washington. Caracas mendesak Dewan Keamanan PBB menggelar rapat darurat guna membahas serangan Amerika Serikat terhadap Venezuela.

Sementara itu, Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodríguez menegaskan bahwa Maduro tetap menjadi satu-satunya pemimpin sah negara tersebut. “Hanya ada satu presiden di negara ini, namanya Nicolás Maduro Moros,” kata Rodríguez dalam pertemuan Dewan Pertahanan Venezuela menyusul operasi militer AS.

Sejumlah media internasional sebelumnya melaporkan adanya ledakan di Caracas dan menyebut operasi tersebut melibatkan pasukan elite Amerika Serikat. Hingga kini, belum ada konfirmasi independen yang dapat memverifikasi laporan tersebut.

Di Washington, sejumlah anggota Kongres AS mempertanyakan dasar hukum operasi militer tersebut dan memperingatkan risiko eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Amerika Latin.

Pemerintah AS, di sisi lain, menyatakan bahwa Maduro akan menghadapi proses hukum. Di tingkat internasional, sejumlah negara dan organisasi kembali menyerukan penahanan diri serta menegaskan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan negara dan hukum internasional, di tengah kekhawatiran bahwa ancaman gelombang serangan lanjutan dapat memperburuk instabilitas regional dan memicu konfrontasi yang lebih luas.

Baca juga:  Nicolas Maduro Tiba di New York, Masa Depan Venezuela Masih Tak Jelas

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)