Presiden Prabowo Subianto. Foto: dok Metro TV.
Presiden Prabowo Pede Pertumbuhan Ekonomi 8% Tercapai, Ini Strateginya
Eko Nordiansyah • 16 September 2026 17:32
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto percaya target pertumbuhan ekonomi delapan persen dalam jangka panjang akan tercapai. Pertumbuhan ekonomi tercatat berada di 5,3 persen saat perekonomian global tertekan.
"Saat ini 5,3 persen, kita apresiasi. Walaupun sebagian orang bilang, oh ya karena government spending kebanyakan. At the end of the day, kami menjelaskan government spending a part of formula daripada GDP," kata Presiden Prabowo saat berdialog dengan sejumlah jurnalis senior, pimpinan media nasional, dan pakar di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.
Prabowo menegaskan, belanja pemerintah memang salah satu upaya untuk mendorong ekonomi tetap berjalan. Oleh karena itu, pemerintah menggelontorkan dana untuk menggerakan perekonomian, salah satunya melalui UMKM.
"Fundamental negara kita yang dirasakan oleh UMKM yang tadi datanya menurun, itu juga menjadi masalah ketika kita melihat bahwa masyarakat ini dari level UMKM ini setengah mati di bawah, khususnya likuiditas. Karena likuiditas adalah core senjata kita," jelas dia.

(Presiden Prabowo berdialog dengan Wapemred Metro TV Rivana Pratiwi bersama sejumlah jurnalis senior, pimpinan media nasional, dan pakar. Dok: Metro TV)
Jaga kepercayaan investor
Tak hanya itu, ia menyebut, pemerintah menargetkan realisasi investasi guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah menjaga kepercayaan investor lewat pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) di Jakarta dan Bali."Trust ini kan berhubungan dengan FDI, foreign investment, uang yang kita butuhkan. Dan saya sangat mendukung ada PFII di Bali dan itu membuat ada capital inflow," ungkap Prabowo.
Masalah kepastian hukum juga menjadi salah satu tantangan yang harus diselesaikan pemerintah agar investor tetap percaya. Menurut Prabowo, kepercayaan investor akan berkurang Ketika mereka merasa tidak aman berinvestasi di Indonesia.
"Menurut saya ini semua menjadi sebuah look untuk obstacle kita menuju GDP delapan persen," tegas dia.